Tingkatan, Atribut, dan Kualitas Produk

produk

Tingkatan Produk

Menurut Philip Kotler (2000:408) sedikitnya terdapat lima (5) tingkatan produk, antara lain:

  • Core benefit (Namely the fundamental service of benefit that costumer really buying) – Yaitu manfaat dasar dari suatu produk yag ditawarkan kepada konsumen.
  • Basic product (Namely a basic version of the product) – Yaitu bentuk dasar dari suatu produk yang dapat dirasakan oleh panca indra.
  • Expected product (Namely a set of attributes and conditions that the buyers normally expect and agree to when they purchase this product) – Yaitu serangkaian atribut-atribut produk dan kondisi-kondisi yang diharapkan oleh pembeli pada saat membeli suatu produk.

Modul lengkapnya unduh di sini

Advertisements

4 thoughts on “Tingkatan, Atribut, dan Kualitas Produk

  1. Rabu, 30 Mei 2012
    Media Populis
    Kategori Media Massa

    1.    Hot media and cool media
    a.    Hot media
    Yaitu media yang harus diperhatikan secara khusus oleh khalayak, dan dibutuhkan daya imajinasi untuk mendapatkan informasi secara utuh. Contoh hot media adalah media cetak seperti buku, majalah dan koran.
    b.    Cool media
    Pada cool media, audience menjadi penonton pasif karena daya imaginasi telah diwakili oleh visualisasi yang disajikan pada media tersebut. Salah satu contohnya adalah televisi.
    2.    Pull media and push media
    a.    Pull media
    Adalah sebuah model pengiriman pesan yang terjadi secara berurutan, dan urutannya terjadi sejak pengguna(user) dan pengirim(server) terhubung. Contohnnya kita disuguhkan tayangan dan iklan sesaat setelah menyalakan televisi.
    b.    Push media
    Pada push media, khalayak dapat menentukan sendiri pesan apa yang ingin didapat. Contohnya pada koran, khalayak dapat membaca bagian yang menarik rasa ingin tahunya, seperti membaca rubrik olahraga terlebih dahulu sebelum membaca rubrik luar negeri.

    3.    Elitis media and populis media
    a.    Elitist media
    Adalah media yang menyajikan tayangan atau berita tentang masalah sosial atau budaya. Contohnya majalah Tempo atau Gatra yang ‘menggiring’ kita untuk berpikir serius, program televisi yang menayangkan acara seni dan sejarah, dan rekaman kejadian masa lampau.
    b.    Populist media
    Merupakan  media yang menyajikan berita atau program acara sesuai permintaaan ‘pasar’.  Seperti tabloid, program acara reality show di televisi, dan video musik.  
    4.    Entertainment media  and information media
    Menurut penggunaannya, media dibedakan menjadi :
    a.    Entertainment media
    Merupakan media yang digunakan khalayak sebagai media hiburan. Contohnya buku karya Raditya Dika yang terkenal jenaka, majalah fasion, atau drama korea pada tayangan televisi.
    b.    Information media
    Yaitu media yang digunakan untuk mendapatkan informasi. Contohnya koran yang dibaca untuk mengetahui informasi mengenai mantan menkes yang menjadi tersangka, atau program berita pada televisi yang disaksikan untuk mendapatkan informasi bursa saham Indonesia
    Media Kategori Berkualitas
    Konten Blog Berkualitas Belum Tentu Memikat Pembaca
    Cara Membuat Konten yang Memikat Pembaca
    Dilihat dari sisi pembaca, konten bisa dikategorikan ke dalam dua macam:
    Yang dibaca karena informasinya dibutuhkan. Contoh, konten-konten how to, step by step, dan tutorial.
    Yang dibaca karena memang si pembaca menyukainya, apa pun jenis kontennya.
    Di sinilah seorang penulis ditantang: untuk membuat konten berkualitas yang memberikan manfaat sekaligus dibaca dari kata pertama hingga titik terakhir.
    1.Kenali Pembaca & Konten Anda
    Perhatikan statistik demografi pembaca, jenis kelaminnya, usia, domisili, profesi (jika memungkinkan), dan topik-topik yang menjadi ketertarikan mereka. Simpan daftar itu lalu lakukan analisis lainnya:
    Cari tahu konten atau topik seperti apa yang paling banyak dibaca. Anda bisa melihatnya di pageview.
    Cari tahu konten atau topik seperti apa yang paling banyak memicu reaksi. Paremeternya adalah komentar dan share.
    2. Gaya Bertutur atau Gaya Bahasa
    Tolong bedakan antara gaya bertutur dengan teknik kepenulisan. Misalnya, pemilihan kata ganti (aku, saya, gue, ane, dll) adalah gaya bertutur, ejaan dan tanda baca adalah teknik kepenulisan yang sebaiknya tidak dilanggar
    Konten yang memikat adalah konten yang enak dibaca. Karena bahasa tulisan tidak memiliki intonasi, baca konten yang Anda buat dengan suara keras. Jika terasa enak dibaca, congratulation. Jika tidak, silakan edit kembali.
    Komunikatif. Yang dimaksud dengan komunikatif adalah bahwa pesan yang Anda sampaikan mampu diterima dan dimengerti dengan baik, tidak ambigu, dan tidak multi tafsir. Tempatkan pembaca sebagai lawan bicara, tanyakan pendapat mereka, berikan ruang untuk interaksi, dan “bujuk” pembaca agar memberikan reaksi.
    Konsisten. Apa pun gaya bahasa yang Anda pilih, entah itu formal, setengah formal, atau gaul sekalipun, pastikan konsisten dengan itu.
    3. Validitas
    “Tulislah apa yang kamu ketahui, dan ketahuilah apa yang akan kamu tulis.” Familiar dengan kalimat ini? Konten blog, meskipun bersifat personal dan testimoni, namun tetap harus didasari dengan data-data yang valid. Misalnya, dalam sebuah postingan, Anda mengatakan bahwa blog Anda banyak pengunjungnya. Sebanyak apa? Statistiknya?
    Kenapa validitas informasi ini penting? Karena validitas akan membangun kredibilitas yang artinya membangun kepercayaan dari pembaca. Dan situs yang kredibel akan memikat pembaca dengan sendirinya.
    4. Empati dan Peka
    Tidak usahlah jauh-jauh membahas isu-isu sensitif, mari kita membahas yang dekat-dekat saja. Meskipun Anda sudah mengetahui demografi pembaca, tapi ada hal-hal yang tidak bisa Anda terka. Misalnya, Anda sedang membahas sebuah menu di restoran, katakanlah sop kambing. Begini cara Anda mendeskripsikan:
    “Rasanya enak sekali. Harganya juga murah, hanya 350 ribu per porsi.”
    Ada 3 poin utama dalam 2 kalimat di atas:
    Enak – berkaitan dengan selera.
    Murah – opini, berkaitan dengan daya beli.
    350 ribu – berkaitan dengan data.
    Jika Anda penulis yang peka, Anda tidak akan mengatakan 350 ribu itu murah karena harga sebanyak itu sama dengan harga makanan standar hotel bintang lima. Masalahnya, apakah Anda tahu daya beli para pembaca Anda? Yang tadinya ingin memberikan opini, salah-salah Anda malah ditinggalkan pembaca.
    Lalu bagaimana sebaiknya? Ada beberapa cara:
    Rasanya enak sekali. Harganya 350 ribu per porsi. ==> Hanya ungkapkan data, tidak usah memberi opini.
    Rasanya enak sekali. Untuk restoran kelas internasional, harga 350 ribu per porsi saya kira cukup masuk akal. ==> Memberikan deskripsi tentang “kelas” sehingga pembaca tidak salah tafsir.
    Rasanya enak sekali. Harganya 350 ribu per porsi karena karena daging yang digunakan adalah daging impor dari bla bla bla, dimasak dengan cara bla bla bla, bermanfaat untuk bla bla bla. ==> Menjelaskan manfaatnya.
    5. Diksi 
    Diksi (pemilihan kata atau istilah) akan memengaruhi apakah informasi yang kita sampaikan dimengerti atau tidak oleh pembaca.
    6. Variatif
    Kegagalan seorang penulis adalah ketika ia membuat pembacanya bosan. Meskipun Anda sudah mengetahui topik-topik yang paling disukai oleh pembaca web Anda, tapi itu bukan berarti Anda bisa menulis topik yang sama setiap kalinya.
    Sajikan jenis konten bervariasi. Misalnya, hari ini tentang konten, dua hari kemudian tutorial cara memasang domain di blogspot, lalu reportase event, dan seterusnya.
    Selain itu, kita juga tidak bisa mengabaikan keberadaan konten yang ramah SEO dan konten yang ramah media sosial atau viral.
    7. Struktur Konten
    Coba bayangkan ketika Anda membaca konten sepanjang 2 ribu kata yang semuanya berbentuk paragraf, tidak ada jeda, tidak ada subtopik, tidak ada numbering, bahkan tidak ada image.
    8. Show, Don’t Tell
    Meski sama-sama media komunikasi visual, tapi tulisan berbeda dengan gambar. Ketika kita ingin mendeskripsikan kecepatan loading website, misalnya, dengan gambar kita hanya perlu memperlihatkan satu atau dua grafik. Dengan tulisan, bisa saja memerlukan 2-3 paragraf.
    9. Latihan
    Tidak ada satu pun keahlian yang didapat tanpa latihan, begitu juga dengan menulis. Produktivitas menulis biasanya sebanding lurus dengan peningkatan kualitas.
    Konten merupakan media komunikasi. Media yang dipergunakan untuk menyampaikan pesan, ide, dan informasi. Agar pesan itu sampai, maka pesan itu harus dibaca terlebih dahulu, bukan? Nah, di media online, cara membuat konten berkualitas dan memikat memang menjadi tantangan tersendiri bagi para penulis.
    14 Teknik SEO ini Bisa Anda Lakukan Sekarang Juga untuk Meningkatkan Rangking
    31 Mei 2016 oleh Darmawan
    Tahukah anda.. lebih dari 50% teknik SEO yang populer sekitar 2-3 tahun yang lalu saat ini sudah dikategorikan sebagai spam?
    Blog comment, guest book, article directory, blog network, pyramid, linkwheel, “web 2.0”, dan masih banyak lagi.
    Semua ini spam.
    Kalau anda saat ini masih menggunakan teknik di atas untuk meningkatkan rangking, hentikan. Walaupun anda belum terkena penalty, tapi akan segera
    Teknik white hat SEO proaktif
    Ingin saya tekankan pada kata ‘proaktif’ disini.
    Masih banyak yang salah kaprah soal white hat SEO dan content marketing. Keduanya bukan sekedar optimasi on-page dan membuat konten.
    1. Menemukan peluang mendapatkan backlink
    Link masih merupakan salah satu faktor terpenting dalam SEO.
    Tapi backlink itu ibarat pedang bermata dua.
    Teknik mendapatkan backlink melalui spamming (seperti yang ditulis di awal tadi) justru akan menimbulkan resiko yang besar.
    Ada caranya untuk menemukan peluang ini.
    1a. Halaman berupa kumpulan blog/artikel
    Pernah melihat artikel dalam blog yang berjudul seperti “5 fashion blog terbaik di Indonesia”, atau “10 artikel terbaik mengenai produktivitas”?
    1b. Broken link building
    Broken link building saat ini masih menjadi teknik mendapatkan backlink secara etis yang paling populer.
    1c. Reverse image search
    Teknik yang juga efektif untuk mendapatkan backlink terutama kalau kita punya gambar original.
    Dengan Google Image Search, anda bisa mengupload gambar buatan anda kemudian menemukan website lain yang memasang gambar anda tanpa link.
    1d. Mention tanpa link
    Teknik ini lebih pas kalau anda seorang pemilik brand, bisnis bernama, atau startup.
    Kadangkala ada situs berita atau blog yang menyebutkan nama brand/bisnis/startup kita tapi tanpa berupa link aktif.
    2. Analisa website dengan Screaming Frog SEO Spider
    SEO Spider merupakan software dari Screaming Frog yang fungsinya untuk menjelajah website kita (crawling) dan mengumpulkan data-nya untuk kita analisa.
    3. Perbaiki struktur internal link
    Kita sudah tahu bahwa external link (backlink) merupakan faktor rangking yang kuat. Tapi seringkali kita meremehkan internal link.
    4. Tingkatkan isi artikel lama
    Salah satu faktor yang membuat konten jadi berkualitas adalah bobotnya.
    5. Perbaiki judul konten lama
    Dengan memiliki judul yang baik, berarti konten anda sudah 50% berhasil.
    Dari segi SEO, penggunaan judul yang baik akan mampu meningkatkan rangking halaman anda.
    6. Temukan topik & keyword tersembunyi
    Apa tool favorit anda untuk menemukan kata kunci? Google Keyword Planner?
    Kalau iya, berarti anda melewatkan potensi yang sangat besar.
    7. Lakukan riset untuk konten anda berikutnya
    Konten yang berkualitas itu:
    Membutuhkan perencanaan yang matang
    Isinya tidak dangkal
    Memiliki referensi yang bisa dipercaya
    dsb. (kita fokus dulu ke 3 poin di atas)
    Akan mendapatkan peringkat yang bagus
    8. Pasang outbound link dalam konten sebagai referensi
    Penggunaan link ke website lain sebagai referensi bukan hanya untuk menghias konten kita.
    9. Cegah efek Pogosticking di website anda
    Bayangkan anda sedang mencari info tertentu dari Google, kemudian kita masuk ke website yang isinya tidak bagus sama sekali.
    10. Ubah konten menjadi dokumen (PDF atau Doc), infografis, video, dan presentasi
    YouTube adalah mesin pencari terbesar kedua setelah Google.
    Bukan Bing, bukan Yahoo…tapi YouTube.
    Dengan mengubah konten ke dalam bentuk lain, anda tidak hanya akan mendapatkan backlink tapi juga traffic.
    10a. Mengubah konten menjadi dokumen
    Cara termudah untuk menjadikan konten anda sebagai dokumen yaitu dengan Google Docs.
    Supaya tidak terjadi duplikasi, anda perlu menulis ulang konten anda dengan kalimat yang berbeda.
    Masuk ke Google Drive, kemudian buat file dokumen baru.
    10c. Mengubah konten menjadi video
    Sebenarnya anda bisa mengubah file presentasi tadi langsung menjadi format video dengan Microsoft PowerPoint. Melalui menu Export > Create a video.
    11. Buat artikel baru untuk situs-situs ini
    Ada beberapa tempat & metode favorit saya untuk menjangkau orang lain berbekal artikel:
    Kompasiana
    Kaskus
    Medium (bahasa Inggris)
    Guest blogging
    12. Temukan dan hubungi para influencer
    Masih ingat di awal tadi saya bilang proaktif?
    Inilah saatnya anda aktif menjalin hubungan dengan orang lain, yaitu influencer di niche anda.
    Dalam tahapan ini tujuan akhir kita adalah supaya mereka mempromosikan kita. Tapi kali ini kita hanya akan mulai berhubungan
    Setelah memahami aturan di atas, saatnya kita mencari mereka.
    Mencari
    Tempat terbaik untuk menemukan mereka adalah dari websitenya sendiri atau dari Twitter.
    Pertama, lakukan search di Google dengan kata kunci: “[niche] + blog”. Temukan blogger yang niche-nya sama dengan anda, merekalah para influencer.
    Mulai berhubungan
    Seperti aturan tadi, jangan langsung tiba-tiba meminta bantuan.
    Kalau anda dimintai bantuan oleh orang tak dikenal, “mas minta promosi gratis dong!”, apa reaksi anda?

    13. Berpartisipasi dalam komunitas, menjadi influencer
    Setelah menghubungi para influencer, anda juga bisa menjadi influencer sendiri.
    Caranya dengan bergabung ke situs komunitas untuk membangun reputasi.
    14. Hidupkan akun jejaring sosial anda
    Saya menggunakan kata “hidupkan” karena memang anda harus hidup.
    Maksudnya bukan menggunakan tool yang otomatis mengirimkan RSS seperti Twitterfeed.
    Ada banyak sekali manfaat yang bisa anda dapatkan dengan aktif di social media.
    3. Media Kategori Kuning
    Penyimpangan Bahasa Jurnalistik.
    Bahasa jurnalistik merupakan bahasa komunikasi massa media cetak, on line, maupun elektronik (radio dan tv). Sebagai bahasa komunikasi massa
    Dimana yang membaca dan mendengarkan atau menonton tidak sama tingkat pengetahuannya
    Singkat, artinya bahasa jurnalistik harus menghindari penjelasan yang panjang dan bertele-tele.
    Padat, artinya bahasa jurnalistik yang singkat itu sudah mampu menyampaikan informasi yang lengkap.
    , artinya bahasa pers sedapat-dapatnya memilih kalimat tunggal dan sederhana, bukan kalimat majemuk yang panjang, rumit, dan kompleks. Kalimat yang efektif, praktis, sederhana pemakaian kalimatnya, tidak berlebihan pengungkapannya (bombastis)
    Lugas, artinya bahasa jurnalistik mampu menyampaikan pengertian atau makna informasi secara langsung dengan menghindari bahasa yang berbunga-bunga .
    Menarik, artinya dengan menggunakan pilihan kata yang masih hidup, tumbuh, dan berkembang. Menghindari kata-kata yang sudah mati.
    Jelas, artinya informasi yang disampaikan jurnalis dengan mudah dapat dipahami oleh khalayak umum (pembaca, pendengar, penonton).
    Terdapat beberapa penyimpangan atau kesalahan bahasa jurnalistik terhadap kaidah bahasa Indonesia baku:
    Peyimpangan morfologis : Peyimpangan ini sering terjadi dijumpai pada judul berita surat kabar yang memakai kalimat aktif, yaitu pemakaian kata kerja tidak baku dengan penghilangan afiks.
    Kesalahan sintaksis : Kesalahan berupa pemakaian tatabahasa atau struktur kalimat yang kurang benar sehingga sering mengacaukan pengertian. Hal ini disebabkan logika yang kurang bagus.
    Kesalahan kosakata : Kesalahan ini sering dilakukan dengan alasan kesopanan (eufemisme) atau meminimalkan dampak buruk pemberitaan. Contoh: Penculikan Mahasiswa Oleh Oknum Kopasus itu merupakan pukulan telak  bagi kemanusian. Seharusnya kata pukulan telak diganti saja langsung dengan kata kejahatan (kejahatan kemanusian).
    Kesalahan  ejaan : Kesalahan ini sering  dijumpai dalam surat kabar (media cetak), on line, radio dan tv (elektronik).
    Kesalahan pemenggalan :  Terkesan setiap ganti garis pada setiap kolom kelihatan asal penggal saja. Kesalahan ini bisa jadi disebabkan pemenggalan bahasa Indonesia masih menggunakan program komputer berbahasa Inggris. Hal ini sudah bisa diantisipasi dengan program pemenggalan bahasa Indonesia.
    Untuk menghindari kesalahan-kesalahan tersebut, maka perlu dilakukan penyuntingan atau editing  baik menyangkut pemakaian kalimat, pilihan kata, ejaan, serta pemakai bahasa jurnalistik yang baik secara umum.
    Sementara dalam penyuntingan bahasa jurnalistik terdapat beberapa prinsip yang dilakukan : 
    Balancing, yaitu menyangkut lengkap-tidaknya batang tubuh dan data tulisan.
    Visi tulisan seorang penulis yang mereferensi pada penguasaan atas data-data aktual.
    Logika cerita yang mereferensi pada kecocokan.
    Akurasi data.
    Kelengkapan data, setidaknya prinsip 5wh.
    Panjang pendeknya tulisan karena keterbatasan halaman.
    Terbaru Kompasianival Headline Rubrik Event Topik Pilihan Masuk PILIHAN Koran Kuning (Bukan) Produk Jurnalistik 10 Oktober 2013 17:23:13 Diperbarui: 24 Juni 2015 06:43:26 Dibaca : 878 Komentar : 0 Nilai : 0 Kemerdekaan mengemukakan berpendapat, berekspresi, berkumpul, serta memperoleh informasi adalah hak asasi manusia (HAM) yang dilindungi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Deklarasi Universal HAM PBB. Kemerdekaan pers adalah sarana masyarakat untuk memperoleh informasi dan berkomunikasi, guna memenuhi kebutuhan hakiki dan meningkatkan kualitas kehidupan manusia
    Dalam mewujudkan kemerdekaan pers itu, wartawan Indonesia juga wajib mengutamakan adanya kepentingan bangsa, tanggung jawab sosial, keberagaman, kesusilaaan masyarakat, dan norma-norma agama. Akan tetapi, pada realitanya saat ini banyak wartawan yang menyimpang dari peraturan perundang-undangan serta kode etik jurnalistik yang berlaku. Banyak wartawan dalam memberikan informasi tidak sesuai dengan fakta, memihak satu pihak, tidak menjaga privasi narasumber.
    Bahkan yang lebih parahnya lagi sekarang ini sangat banyak bermunculan “Koran Kuning” yang kerap memberitakan berita-berita cabul, dengan foto-foto fulga
    Menurut Adhiyasasti & Rianto, karakteristik koran kuning di Indonesia terfokus pada halaman pertama. Terkait dengan halaman ini, setidaknya ada empat ciri yang menonjol.
    Jika biasanya koran umum memasang 5 hingga 8 item berita, jumlah berita yang ditampilkan di halaman depan koran kuning berkisar antara 10 sampai 25 item berita.
    dilihat dari iklan yang dimuat, koran kuning di Indonesia umumnya menampilkan berbagai bentuk iklan yang tergolong vulgar, kadang dilengkapi dengan foto, gambar, atau kata-kata
    Wartawan Indonesia tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul”. Cabul berarti penggambaran tingkah laku secara erotis dengan foto, gambar, suara, grafis atau tulisan yang semata-mata untuk membangkitkan nafsu birahi. Banyak pihak yang secara ekstrim mengkategorikan koran kuning dengan segala produk turunannya cenderung bukan sebagai produk pers, melainkan industri percetakan yang dalam beberapa kasus bahkan tidak bisa dilihat dari kacamata pers.
    TANGGUNGJAWAB PENULIS. LABEL mainstreammedia media TANGGAPI DENGAN ARTIKEL RESPONS : 0 NILAI : 0 Beri Nilai Featured Article Menyoroti 1 Tahun Kinerja Jokowi dan Saran SBY Imam Kodri 25 Oktober Headline 1 Akankah SBY Naik Panggung Kampanye Anaknya pada Pilgub DKI? Pebrianov 19 Oktober 2016 2 Dua Tahun Pemerintahan Jokowi-JK Kompasiana 18 Oktober 2016 3 Indonesia Hadapi Krisis Penduduk yang Kegemukan dan Obesitas Sukamto Suparno 20 Oktober 2016 4 Barca, “Mantan Cantik” yang Menyakitkan Hadi Santoso 20 Oktober 2016 5 Gita Wirjawan dan Wiranto, Siapa Tepat Pimpin PBSI? oish-cleochyn 20 Oktober 2016 Nilai Tertinggi Mana Mungkin AHY Suap MUI untuk Provokasi Umat Islam? Axtea 99 20 Oktober Icikiwir Jati 20 Oktober Nulis Fiksi Memang Susah HL Boris Toka Pelawi (Bang Bo) 20 Oktober Masih Ingin Mendekap Erat Arif R. Saleh 20 Oktober Nangkring di Bandung (2) Thamrin Sonata 20 Oktober Terpopuler Di Papua, Presiden Jokowi Melakukan Hal yang Tak Mungkin Daniel H.T. 20 Oktober Dua Tahun Jokowi Jadi Presiden, Anda Dapat Apa? Mawalu 20 Oktober Skenario Tingkat Tinggi Bikin Blunder Gerindra dan PKS Pilih Anies Baswedan! Mukidi 20 Oktober Mana Mungkin AHY Suap MUI untuk Provokasi Umat Islam? Axtea 99 20 Oktober Adi-Panglima Seorang Jokowi Efrem Limsan Siregar 20 Oktober Tren di Google SBY Merusak Skenario Jokowi Yon Bayu 11 Oktober 2016 Di Papua, Presiden Jokowi Melakukan Hal yang Tak Mungkin Daniel H.T. 20 Oktober 2016 Skenario Tingkat Tinggi Bikin Blunder Gerindra dan PKS Pilih Anies Baswedan! Mukidi 20 Oktober 2016 Dua Tahun Jokowi Jadi Presiden, Anda Dapat Apa? Mawalu 20 Oktober 2016 Gempa Jakarta Bukan Gempa Biasa MJK Riau 19 Oktober 2016 Gres Menilik Kepemimpinan Seorang Arsitek Abubakar Albaar (Uday) 20 Oktober Indonesia Hadapi Krisis Penduduk yang Kegemukan dan Obesitas Sukamto Suparno 20 Oktober Cannes, Kota Premium Kaum Jet Set Benny Benke 20 Oktober Gelaran PON Ke-19 Benarkah Jadi yang Terburuk? VEGA MA’ARIJIL ULA 20 Oktober Debat Bersejarah Calon Presiden AS: Pemain Politik Baru vs Pemain Politik Lama VEGA MA’ARIJIL ULA 20 Oktober Tentang Kompasiana Syarat & Ketentuan

  2. NAMA : ERIK HERMAWANSYAH
    NIM : 7020115009
    PRODI : ILMU KOMUNIKASI 3
    TUGAS : Tipologi Pers
    DOSEN : Firman Taufiqurrahman, M. Si

    1. Media cetak berkategori pers populis
    a. Kompas
    Koran kompas terbit sebagai surat kabar mingguan dengan 8 halaman, lalu terbit 4 kali seminggu dan terus berkembang hingga menjadi surat kabatr harian nasional dengan oplah mencapai 30.650 pembaca. Dan dapat menarik minat masyarakat untuk membaca beritanya sekirat 1.721.000 pembaca di tahun 2004. Tak hanya popular di kalangan masyarakat Indonesia kompas pun bisa di akses oleh masyarakat dunia dengan situsnya,dan mempunyai media partner sperti metrotv. Dan heran kompas termasuk kedalam kategori madia cetak populis.
    b. Sindo (Seputar Indonesia news)
    Surat kabar di Indonesia yang terbit perdana pada tanggal 29 juni 2005 dan termasuk Koran termuda, Koran ini merupakan media terintegrasi. Koran sindo terbit setiap hari, dengan 44 halamannya. Target pembacanya adalah masyarakat kelas menengah ke atas, dengan segmentasi usia dari 18thn sampai dengan 40thn, dan dengan jumlah oplah sebesar 336.000 pembaca. Target distribusi Koran sindo adalah kota-kota besar di seluruh Indonesia, karena Koran sindo menyampaikan informasi seputar berita nasional, metropolitan, daerah, ekonomi, bisnis, internasional, olahraga, otomotif dan teknologi partnernya yaitu MNC MEDIA.

    2. Media cetak berkategori pers berkualitas yang saya amati ialah;
    a. Pikiran Rakyat
    Pikiran Rakyat adalah sebuah surat kabar yang diterbitkan di Bandung, Jawa Barat. Pada 24 maret 1966, Surat kabar ini dibesarkan oleh Atang Ruswita sorang watrawan senior. Pada awal kemunculan surat kabar ini di dasari oleh terdapatnya wartawan daerah yang kehilangan pekerjaannya pada thn 1966 dikarnakan Koran “Pikiran” Bandung, telah berhenti terbit. Seiring dengan berjalnnya waktu terhitung 24 maret 1966 harian angkatan berseniatan sedisi Jawa Barat berganti nama menjadi harian umum Pikiran Rakyat, yang juga dikenal dengan PR hingga saat ini. Dan pada waktun awal berdirinya pun pikiran rakyat sangan memprihatinkan dimana kantor maupun peralatan cetak dan tulis bukanlah milik Pikiran rakyat dan oplah pikiran rakyatpun tak lebih dari 200.000 eksemplar perharinya.
    b. Republika
    Repulika adalah Koran nasional yang didirika oleh kalangan komunitas muslim, penerbitan tersebut merupakan puncak ndan langkah panjang kalangan umat islam dan khususnya para wartawan professional. Republika terbit perdana pada 4 januari 1993. Republika bisa menghasikan 200.000 oplah dan hanya mampu menarik minat masyarakat untuk membaca baritanya sekitar 321.000 pembaca saja.

    3. Media cetak berkategori pers kuning
    a. Pos Kota
    Pos Kota adalah surat kabar harian yang diterbitkan di Jakarta dengan target pembaca kalangan menengah ke bawah. Umunya berisi berita-berita local, kriminalitas, masyarakat, olahraga, dan selebritis. Pos Kota memiliki tiras surat kabar harian tertinggi di Indonesia dengan 600.000 eksemplar perhari, dan bisa menarik hati masyarakat dengan 2.392.000 pembaca pada thn 2004.

    b. Lampu Merah
    Lampu Merah adalah surat kabar yang terbit setiap hari (kecuali hari libur nasional) berisi tentang berbangai berita tindak kriminal terutama di Jakarta, dan khususnya di lampu merah. Pemilihan judul Lampu merah dikarnakan banyak tindak kriminal di sekirat lampu merah. Penulisa headline yang menarik dan nyeleneh dengan font Arial ukuran 74 warna merahnya merupakan daya tarik tersendiri dari surat kabar ini. Pertahun 2003/2004 lampu merah bisa menarik hati para peminatnya sekitar 1.311.000 pembaca.

  3. Tipologi Pers

    1. Pers berkualitas (quality newspaper)
    Penerbitan pers berkualitas memilih cara penyajian yang etis, moralis, intelektual. Sangat dihindari pola dan penyajian pemberitaan yang bersifat emosional frontal. Pers jenis ini sangat meyakini pendapat: kualitas dan kredibilitas media hanya bisa diraih melalui pendekatan profesionalisme secara total. Ditujukan untuk masyarakat kelas menengah atas.
    Conto analisis media cetak pers berkualitas
    a.Pikiran Rakyat
    Pikiran Rakyat adalah sebuah surat kabar yang diterbitkan di Bandung, Jawa Barat. Surat kabar ini didirikan pada 24 Maret 1966. Surat kabar ini dibesarkan oleh Atang Ruswita, wartawan senior. Pikiran Rakyat memiliki slogan Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat.
    Sejarah
    Pada Bulan Januari 1966, di Kota Bandung terdapat sejumlah wartawan yang kehilangan pekerjaan, akibat koran milik Bandung N.V. bernama Pikiran Rakyat berhenti terbit. Koran yang pertama kali terbit pada 30 Mei 1950 ini harus berhenti karena terlambat memenuhi ketentuan yang mengharuskan setiap koran untuk berafiliasi dengan salah satu kekuatan politik atau memilih bergabung dengan koran yang ditentukan Departemen Penerangan. Atas dorongan Panglima Kodam (Pangdam) Siliwangi Ibrahim Adjie pada waktu itu, wartawan-wartawan tadi yang diwakili Sakti Alamsyah dan Atang Ruswita menerbitkan koran Angkatan Bersenjata edisi Jawa Barat yang berafiliasi dengan harian umum Angkatan Bersenjata yang terbit di Jakarta dengan surat izin terbit (SIT) No. 021/SK/DPHM/SIT/1966.
    Nomor perdana yang terbit pada 24 Maret 1966 ini bertepatan dengan peringatan ke-20 peristiwa heroik Bandung Lautan Api. Namun, belum genap setahun koran ini terbit, Menteri Penerangan mencabut kembali peraturannya tentang keharusan berafiliasi. Pangdam Siliwangi pun serta merta melepas sepenuhnya ketergantungan koran ini dengan Kodam. Seiring dengan keputusan ini pulalah, terhitung 24 Maret 1967, harian Angkatan Bersenjata edisi Jawa Barat berganti nama menjadi harian umum Pikiran Rakyat, yang juga dikenal dengan singkatan PR hingga saat ini.
    Enam tahun pertama sejak masa kelahirannya, bisa dikatakan merupakan masa-masa penuh keprihatinan. Kantor maupun peralatan cetak dan tulis bukanlah milik Pikiran Rakyat. Pada masa ini, oplah Pikiran Rakyat pun tak pernah lebih dari 200.000 eksemplar per harinya. Namun berkat kegigihan dan keuletan yang didasari jiwa idealisme para perintis saat itu, Pikiran Rakyat secara pasti terus mendapat tempat di hati pembacanya.
    Pada 9 April 1973, bentuk badan hukumnya diubah dari yayasan menjadi perseroan terbatas dengan nama PT. Pikiran Rakyat Bandung. Menyusul perubahan status perusahaan, Pikiran Rakyat pun segera menata diri. Nilai-nilai idealisme dan etika jurnalistiknya dipadukan dengan manajemen bisnis layaknya sebuah perusahaan modern. Pada awal tahun 1974, Pikiran Rakyat mencatat peristiwa penting. Untuk pertama kalinya perusahaan berhasil melengkapi diri dengan percetakan offset yang dibeli dari fasilitas PMDN dan bantuan BRI. Mesin cetak ini mampu mencetak koran sebanyak 25.000 eksemplar per jam. Sejak tahun itu pula, Pikiran Rakyat terus melesat bak meteor mampu menembus dan tinggal landas menuju kepada perwujudan cita-cita yang maju dan berkembang, baik secara kualitatif maupun kuantitatif
    b. radar Bogor
    Radar Bogor adalah sebuah surat kabar harian yang terbit di kota Bogor, Jawa Barat, Indonesia. Surat kabar ini termasuk dalam grup Jawa Pos. Kantor pusatnya terletak di Jl. KH. R. Abdullah Bin Muhammad Nuh No. 30, Taman Yasmin, Kota Bogor. Koran ini pertama kali terbit pada 2 November 1998. Koran ini dicetak sebanyak 15.000-20.000 ekslempar setiap harinya dan menjadi koran terbesar di Bogor. Slogan dari harian Radar Bogor adalah “Besar karena Tersebar”.
    Sebanyak 75% dari isi harian ini adalah berita lokal, sementara 20% sisanya diisi dengan berita nasional, dan 5% berupa berita internasional. Berita tersebut diperoleh dari humas lembaga pemerintah dan swasta, Jawa Post News Network, tokoh masyarakat di Bogor, dan berburu berita yang dilakukan wartawan

    2. Pers populer (popular newspaper)
    Pers populer sangat menekankan nilai serta kepentingan komersial. Pers ini lebih banyak dimaksudkan untuk memberikan informasi dan rekreasi (hiburan). Sasaran pembaca pers populer adalah kalangan menengah-bawah.
    Conto analisis media cetak pers populis
    a. Koran sindo
    Koran Sindo (sebelumnya Harian Seputar Indonesia) adalah sebuah surat kabar di Indonesia yang terbit perdana pada tanggal hari Rabu, 29 Juni 2005 di Jakarta. Koran Sindo terbit selama 7 hari selama 1 minggu, dengan format ukuran panjang 7 kolom dan tinggi 54 cm. Edisi Nasional terbit 44 halaman dengan 3 bagian koran.
    Target pembaca[
    Target pembacanya adalah masyarakat kelas menengah ke atas, pendidikan Sarjana, segmentasi usia dari 18 tahun sampai dengan 40 tahun. Dengan diferensiasi pembaca laki-laki sebanyak 60% dan pembaca wanita sebanyak 40%. Target distribusi Koran Sindo adalah kota-kota besar di seluruh Indonesia dengan jumlah oplah sebesar 336.000 pembaca

    b.Kompas (surat kabar)
    Harian Kompas adalah nama surat kabar Indonesia yang berkantor pusat di Jakarta. Koran Kompas diterbitkan oleh PT Kompas Media Nusantara yang merupakan bagian dari Kelompok Kompas Gramedia (KG). Untuk memudahkan akses bagi pembaca di seluruh dunia, Kompas juga terbit dalam bentuk daring bernama KOMPAS.Com yang dikelola oleh PT Kompas Cyber Media. KOMPAS.Com berisi berita-berita yang diperbarui secara aktual dan juga memiliki sub kanal koran Kompas dalam bentuk digital.
    Harian Kompas adalah satu di antara dua (2) koran di Indonesia yang diaudit oleh Audit Bureau of Circulations (ABC). Koran lainnya yang juga diaudit adalah Warta Kota.
    Sejarah
    Ide awal penerbitan harian ini datang dari Jenderal Ahmad Yani, yang mengutarakan keinginannya kepada Frans Seda untuk menerbitkan surat kabar yang berimbang, kredibel, dan independen. Frans kemudian mengemukakan keinginan itu kepada dua teman baiknya, P.K. Ojong (1920-1980) dan Jakob Oetama yang pada waktu itu sudah mengelola majalah Intisari yang terbit tahun 1963. Ojong langsung menyetujui ide itu dan menjadikan Jakob Oetama sebagai editor in-chief pertamanya.
    Awalnya harian ini diterbitkan dengan nama Bentara Rakyat.Salah satu alasannya, kata Frans Seda, nama Bentara sesuai dengan selera orang Flores. Majalah Bentara, katanya, juga sangat populer di sana. Atas usul Presiden Sukarno, namanya diubah menjadi Kompas, pemberi arah dan jalan dalam mengarungi lautan dan hutan rimba.[4]
    Setelah mengumpulkan tanda bukti 3000 calon pelanggan sebagai syarat izin penerbitan, akhirnya Kompas terbit pertama kali pada tanggal 28 Juni 1965.[5] Pada mulanya kantor redaksi Kompas masih menumpang di rumah Jakob Oetama, kemudian berpindah menumpang di kantor redaksi Majalah Intisari. Pada terbitan perdananya, Kompas hanya terbit dengan empat (4) halaman dengan iklan yang hanya berjumlah enam (6) buah.[6] Selanjutnya, pada masa-masa awal berdirinya (1965) Koran Kompas terbit sebagai surat kabar mingguan dengan 8 halaman, lalu terbit 4 kali seminggu, dan hanya dalam kurun waktu 2 tahun telah berkembang menjadi surat kabar harian nasional dengan oplah mencapai 30.650 eksemplar..[7]
    Seiring dengan pertumbuhannya, seperti kebanyakan surat kabar yang lain, harian Kompas saat ini dibagi menjadi tiga bagian (section), yaitu bagian depan yang memuat berita nasional dan internasional, bagian berita bisnis dan keuangan, bagian berita olahraga dan iklan baris yang disebut dengan klasika

    3. Pers kuning (yellow newspaper)
    Disebut pers kuning karena penyajian pers jenis ini banyak mengeksploitasi warna. Bagi pers kuning, kaidah baku jurnalistik tak diperlukan.Berita tak harus berpijak pada fakta, tetapi bisa saja didasari ilusi, imajinasi, dan fantasi. Pers kuning menggunakan pendekatan jurnalistik SCC (Sex, Conflict, Crime). Pers kuning lebih banyak ditujukan kepada masyarakat pembaca kelas bawah.
    Di luar negeri pers popoler di pelopori oleh Lord North Cliffe dan Lord Beaverbrook, masing-masing penerbit harian daily mail dan Daily Express, corak surat kabarnya bertitel mencolok, gaya kalimat pendek dan penuh potret.
    Di Amerika, pers popular dikenal sebagai Yellow Paper terjadi antara Joseph Pulitzer dari NewYork Word dan William Randolp Hearst dari Morning Journal. Berita-berita yang membangkitkan sensasi bahjkan sampai membangkitkan emosi rakyat AS dan mendorong meletusnya perang Amerika-Spanyol.
    Kebanyakan koran popular terbit dan subur di kota-kota besar/metropolitan. Gejala-gejala tersebut oleh kaum sosiolog dihubungkan dengan atomisasi manusia yaitu kehidupan orang-orang di metropolitan yang merasa kesepian di tengah hiruk-pikuk keramaian, dikejar waktu, perkembangan yang cepat serta sikap acuh tak acuh satu sama lain. sehinnga mereka mencari teman yang cocok yaitu diantaranya surat kabar bulevar/surat kabar popular. Di dalamnya mereka menemukan kejadian yang secara emosional membuat dirinya terlepas dari ketegangan dan proses katarsis sehingga salah satu fungsi koran oleh Dr Prakke disebut sebagai fungsi socius atau fungsi sahabat.
    Pers Populer menurut para ahli
    Bagi Colin Sparks (1992), perbedaan penting antara pers popular dan pers berkualitas adalah pada pengerahan pers populer yang personal sebagai kerangka kerja yang bersifat menjelaskan. Dalam analisis sebuah berita, ia menemukan bahkan ketika kisah-kisah dalam pers populer dan berkualitas itu sama, tetpai keduanya diperlakukan berbeda.
    Sementara pers berkualitas mengahdirkan sebuah gambaran dunia yang terfragmentasi di mana membangun keutuhan dan totalitas merupakan tugas pembaca, sebaliknya pers populer menanamkan sebentuk kelangsungan (imediasi) dan totalitas dalam penanganannya atas isu-isu publik.
    Fiske membedakan pers populer di satu sisi dan pers berkualitas di sisi lain. pers populer sebagaimana ia catat di pandang rendah oleh dua pers lainnya. Menurut fiske, pers populer beroperasi pada garis batas antar yang public dan privat: gayanya sensasional, terkadang skeptis, tidak jarang bersungguh-sungguh secara moralitas; ungkapannya populis; kelonggaran bentuknya menampik perbedaan stilistik antara fiksi dan dokumenter, antara berita dan hiburan.
    Fiske mencontohkan sebuah cerita yang berulang dalam pers populer Amerika, yakni makhluk asing dari luar angkasa. Yang menarik bukanlah beritanya melainkan subtemanya yang berulang. Dan bagaimana pemerintahan Amerika dan Rusia ikut meneliti kejadian tersebut, sehingga fiske berpendapat bahwa cerita tersebut mementaskan sebuah penyerangan utopis atas normalisasi yang esensial bagi operasi licin prosedur-prosedur disipliner blok penguasa.
    Bagi pers, populer atau yang lainnya, untuk menjadi budaya pop, ia harus diterima oleh rakyat, ia harus memprovokasi percakapan dan memasuki sirkulasi da resikurlasi oral. Sebagaimana ia jelaskan, berita resmi atau top-down misalnya harus diinformasikan kembali melalui produktivitas populer jika ingin relevan dengan kehidupan sehari-hari. Pada akhirnya produktivitas populerlah kiranya yang mentransformasikan pers populer menjadi budaya pop. Seperti hal-hal lain yang disediakan oleh media dan industry budaya, ia harus dibuat populer.
    Connel (1992) mengambil posisi yang sama dengan posisi yang dianjurkan Fiske. Ia berpendapat bahwa pers populer, apa yang ia sebut reportase fantastikalnya menopang kebencian tertentu yang dapat dibenarkan. Menurutnya, kisah tentang orang kaya dan terkenal yang tidak disukai lagi adalah barang dagangan pers populer. Argument Connel adalah bahwa pers populer dan pembacanya memiliki sebuah ekonomi moral, seperangkat asumsi khusus mengenai popularitas. Statuslah yang kiranya menganugerahi penghargaan, namun status juga member tanggung jawab tertentu.
    Tentang iklan-iklan ini
    Conto analisis pers kunng
    a.pos Kota
    Pos kota adalah suratkabar haria yang diterbitkan dijakarta dengan target pembaca kalangan menengah ke bawah. Umumnya berisi berita berita local, criminal, masyarkat, olah raga dan selebritis. Pos kota memiliki tiras surat kabar harian tertinggi di indonesa sampai dengan 600.000 eksemplar perhari, dan bias menarik masyarakat dengan jutaan pembaa pada tahun 2004, dan pembaca pada tahun 1999 pos kota menerbikan Koran persi digital dan mulai memberitakan sector bisnis dan dalam perkembangan nya pos kota ikut menampilkan isu isupolitik ke dalam beritaya. Salah satu cirri khas dari Koran ini adalah tata letak atau tampilan nya yang di buat mencolok dan tidak beraturan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s