Pers

turPERS merupakan bagian paling integral dari ilmu Jurnalistik.  Pers merupakan aspek penting dalam ilmu jurnalistk.  Secara harfiah, pers terdiri atas arti sempit dan arti luas. Pers dalam arti sempit adalah surat kabar, sebagai salahsatu produk pers yang tertua.  Sedangkan dalam arti luas, pers adalah segala bentuk kegiatan jurnalistik, baik media cetak maupun elektronik dan media online, termasuk para pelaku di dalamnya, yakni wartawan atau jurnalis. Secara maknawi, dalam bahasa Inggris, “Pers” (Press) berarti mesin pencetak, mencetak, menekan, atau orang-orang yang terlibat dalam kepenulisan atau produksi berita, dan sebagainya. Sedangkan dalam Leksikon Komunikasi, Pers punya banyak arti, seperti usaha percetakan atau penerbitan, usaha pengumpulan atau penyiaran berita, penyiaran berita melaui media massa, dan orang-orang yang bergerak dalam penyiaran berita. Ada pula yang berpendapat kalau pers merupakan singkatan dari persuratkabaran.

Artikel lengkapnya unduh di sini

Advertisements

15 thoughts on “Pers

  1. Nama : Dwi Suci Wahyuningsih
    NIM : 7020115007
    Program Studi : Ilmu Komunikasi
    Semester : III (Ganjil)
    Tugas Mata Kuliah : Dasar Jurnalistik
    (Analisis dan Contoh Media Cetak Pers Populis, Pers Berkualitas dan Pers Kuning)
    Dosen : Firman Taufiqurrahman, M.Si

    1. Analisis dan Contoh Media Cetak Pers Populis
    a. Koran Sindo
    Koran Sindo (sebelumnya Harian Seputar Indonesia) adalah sebuah surat kabar di Indonesia yang terbit perdana pada 29 Juni 2005 di Jakarta. Koran Sindo terbit selama 7 hari dalam 1 minggu, dengan format ukuran panjang 7 kolom dan tinggi 54 cm. Edisi Nasional terbit 44 halaman dengan 3 bagian koran.
    Target pembacanya adalah masyarakat kelas menengah ke atas, pendidikan Sarjana, segmentasi usia dari 18 tahun sampai dengan 40 tahun. Dengan diferensiasi pembaca laki-laki sebanyak 60% dan pembaca wanita sebanyak 40%. Target distribusi Koran Sindo adalah kota-kota besar di seluruh Indonesia dengan jumlah oplah sebesar 336.000 pembaca.
    b. Koran Kompas
    Kompas adalah nama surat kabar Indonesia yang berkantor pusat di Jakarta. Koran Kompas diterbitkan oleh PT Kompas Media Nusantara yang merupakan bagian dari Kelompok Kompas Gramedia (KG). Berdasarkan hasil survey pembaca tahun 2008, Profil pembaca Koran Kompas mayoritas berasal dari kalangan (Strata Ekonomi dan Sosial) menengah ke atas (SES AB) yang tercermin dari latar belakang pendidikan dan kondisi keuangan.

    2. Analisis dan Contoh Media Cetak Pers Berkualitas
    a. Koran Radar Sukabumi
    Radar Sukabumi adalah surat kabar harian yang terbit di Kota Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia. Surat Kabar ini termasuk dalam grup Jawa Pos. Kantor pusatnya terletak Jl. Selabintana Km 3,5 Sukabumi.
    Radar Sukabumi mempunyai jaringan informasi yang tersebar diseluruh Indonesia. Berita yang dimuat di Radar Sukabumi terdiri dari 70 % berita lokal atau berita daerah dan 30 % berita nasional.. Cakupan area yang berada dalam wilayah kerja Radar Sukabumi terdiri dari wilayah Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur.
    Setiap berita yang akan dimuat di Radar Sukabumi terlebih dahulu diinput dalam JPNN (Jawa Post National Network) oleh para wartawan, kemudian Pemimpin Redaksi akan memilih berita-berita yang layak tayang. Radar Sukabumi diterbitkan di Bogor kemudian didistrisbusikan ke masing-masing wilayah kerjanya sesuai permintaan.
    b. Koran Tempo
    Koran Tempo adalah sebuah koran berbahasa Indonesia yang terbit di Indonesia. Pemiliknya adalah PT Tempo Inti Media Harian. Tempo sebelumnya dikenal dengan Majalah Temponya.
    Ia pertama kali diterbitkan pada 2 April 2001 dengan sirkulasi sebesar 100.000 setiap hari.
    Pemakaian nama Tempo, tidak lepas dari saran dari para pengecer. Di mana kata ini mudah untuk diucapkan dan memiliki jarak penerbitan yang cukup longgar, yakni mingguan. Selain itu, namanya, dianggap mirip-mirip dengan majalah terkenal dari Amerika, Time. Dengan rata-rata umur pengelola yang masih 20-an, ia tampil beda dan diterima masyarakat. Dengan mengedepakan peliputan berita yang jujur dan berimbang, serta tulisan yang disajikan dalam prosa yang menarik dan jenaka, majalah ini diterima masyarakat.
    3. Analisis dan Contoh Media Cetak Pers Kuning
    a. Koran Pos Kota
    Pos Kota adalah surat kabar harian yang diterbitkan di Jakarta dengan target pembaca kalangan menengah ke bawah. Umumnya berisi berita-berita lokal, kriminalitas, masyarakat, olahraga, dan selebriti.
    Pos Kota memiliki tiras surat kabar harian tertinggi di Indonesia dengan 600.000 eksemplar per hari.
    Pos Kota didirikan oleh mantan Menteri Penerangan era Orde Baru, Harmoko dan beberapa mitranya, diantaranya Jahja Surjawinata, Tahar S. Abiyasa, dan Pansa Tampubolon.
    Sebelum meluncurkan Pos Kota, Harmoko membuat survei di beberapa tempat di Jakarta, seperti Tanjung Priok, Jatinegara, Tanah Abang, dan Senen. Hasil survei tersebut, dia menemukan bahwa masyarakat menginginkan berita yang menyangkut persoalan riil di kehidupan sehari-hari mereka. Oleh karena itu, isi berita Pos Kota berkisar tentang kriminalitas, hukum, seksualitas, serta olahraga. Pos Kota diterbitkan pertama kali pada 15 April 1970 dengan 3.500 eksemplar dan mendapat sambutan yang baik hingga beberapa bulan berikutnya berkembang menjadi 30.000-60.000 eksemplar per bulan.
    b. koran
    Iklim reformasi melahirkan banyak koran baru yang diantaranya dapat dikategorikan sebagai koran kuning, antara lain Lampu Merah danNon Stop yang terbit di Jakarta, Meteor yang terbit di Semarang, Posko yang terbit di Manado, Pos Metro yang terbit di tiga kota sekaligus (Bogor, Medan, Batam), dan Merapiyang terbit di Yogyakarta. Nama-nama ini adalah beberapa contoh koran kuning yang terbit belakangan namun mampu menarik perhatian masyarakat karena berita-berita sensasional yang ditampilkan.
    Sejak Minggu, 20 Oktober 2008 Lampu Merah berubah nama menjadi Lampu Hijau. Pada pengantar edisi perdana Lampu Hijau ditulis dengan berganti nama baru, Lampu Merah ingin mengubah citranya menjadi koran yang lebih “teduh” sebagaimana filosofi warna hijau. Dalam praktiknya, perubahan ini hanya terlihat dari pengurangan materi seksualitas. Sebagai gantinya Lampu Hijau menambah materi berita-berita politik dan kriminalitas dengan teknik pengemasan dan penyajian yang sama dengan Lampu Merah.
    Lampu Merah adalah fenomena kesuksesan koran kuning di Indonesia yang terbit setelah masa reformasi. Koran tersebut dalam waktu yang cukup singkat sejak berdiri 26 November 2001 berhasil menjaring pembaca sebanyak 1,3 juta pada tahun 2004 dan mencapai BEP (break even point) kurang dari satu tahun
    Konsep yang diangkat Lampu Merah adalah bagaimana semua aspek diberitakan dari perspektif kriminalitas, misalnya berita politik dikaitkan dengan korupsi, berita olahraga yang terjadi perkelahian, atau berita artis yang saling menipu dan sebagainya. Gaya bahasa yang digunakan adalah trend, nyantai dan relax atau istilah lainnya “bahasa pasar” sehingga menghasilkan berita yang tidak kaku namun seperti bercerita/novel. Konsep bahasa yang nyantai diharapkan akan meningkatkan frekuensi pembaca dibandingkan dengan bahasa yang serius. Lampu Merah juga menampilkan beberapa foto/parade foto untuk satu peristiwa guna lebih menarik perhatian pembaca.

  2. TOPOLOGI PERS
    MEDIA CETAK BERKATEGORI POPULIS , BERKUALITAS , DAN KUNING

    Nama : Siti maulidina Ruswanda
    Prodi : Ilmu komunikasi

    Media cetak merupakan salah satu sarana yang banyak digunakan oleh orang untuk mendapatkan informasi terbaru , pada zaman nya media cetak menjadi sangat populer bahkan tidak sedikit masyarakat indonesia yang berlangganan sebuah koran atauupn majalah kesukaan nya . Namun, seiring pekembangan zaman minat orang –orang untuk membaca tulisan atau informasi yang disajikan oleh media cetak seperti koran semakin menurun . Internet telah muncul sebagai sarana yang lebih cepat memberikan informasi kepada khalayak . Meski begitu hingga sampai saat ini masih ada beberapa media cetak yang tetap eksis dan disenangi oleh masyarakat indonesia . Tugas kali ini adalah untuk membahas tipologi media cetak populis , berkualitas, dan juga kuning demi untuk memenuhi tugas mandiri mata kuliah Dasar dasar jurnalistik . Berikut beberapa media yang sudah saya amati

    Media cetak berkategori populis :
    – Seputar indonesia (Sindo)
    Koran sindo sebelumnya dikenal dengan harian seputar indonesia terbit perdana pada tahun 2005 , koran ini terbit setiap hari dengan total 44 halaman . Target pembaca dari koran sindo adalah masyarakat kelas menengah ke atas denga usia rata-rata 18 tahun sampai dengan 40 tahun baik lelaki maupun perempuan . Koran sindo mempu mengibarkan bendera namanya dengan cepat , tidak jarang masyarakat yang tahu dan mengenal koran sindo meskipun mungkin tidak berlangganan atau jarang membeli . Koran Sindo sangat populer di kalangan masyarakat indonesia , maka ketika seseorang bertanya soal “koran apa yang anda kenal?” mungkin dengan cepat dan otomatis orang itu akan menjawab koran sindo . Namanya juga dikenal berkat pemasaran nya yang sering muncul di iklan layar televisi . Tak heran bila koran ini termasuk ke dalam salah satu kategori koran yang populis.
    – Kompas
    Koran kompas merupakan koran yang terbitkan oleh PT Kompas media nusantara yang sudah di dirikan semenjak tahun 1965 dan juga sempat mendapatkan penghentian publikasi . Kompas merajai pernjualan surat kabar nasional pada tahun 2004 dengan produksi setiap harinya yang mencapai 530.000 eksemplar . Pembaca koran kompas di indonesia sudah mencapai 2,25 juta jiwa . Berdasarkan hasil survey pembaca mayoritas pelanggan dari koran kompas adalah mereka yang berasal dari kalangan menengah ke atas , berpendidikan dan juga kondisi keuangan yang baik .

    Media cetak berkategori Berkualitas :
    – Pikiran Rakyat
    Pikiran Rakyat merupakan salah satu surat kabar yang sudah terbit sejak tahun 1966, PR sempat beredar keluar negeri seperti Kuala Lumpur, Malaysia dan Brunai Darusalam.
    Kemudian di tahun1986 Pikiran Rakyat menjadi koran regional berbasis Provinsi Jawa Barat. Dari aspek bisnis pun terjadi pertumbuhan yang signifikan disetiap edisinya koran pikiran rakyat menampilkan berita yang informatif dan mengedukasi pembaca, pada tahun 2011 koran pikiran rakyat juga menerima penghargaan dari founder dan president of mark plus inc. dengan kategori most favorite brand 2011.
    – Radar Sukabumi
    Radar Sukabumi merupakan salah satu surat kabar lokal yang terbit dikota sukabumi dan termasuk kedalam Jawa Pos, dan mempunyai jaringan di seluruh indonesia, berita yang dimuat di radar sukabumi terdiri dari 70% berita lokal dan 30% berita nasional. Konten berita yang disajikan oleh koran Radar sukabumi diantarnya seputar pendidikan, ekonomi kesehatan, olahraga, nasional dan internasional.

    Media cetak yang berkategori Kuning :
    – Pos Kota
    Pos kota adalah surat kabar harian yang diterbitkan di Jakarta dengan target pembaca kalangan menengah ke bawah . Umumnya berisi berita lokal , kriminalitas , masyarakat, olahraga dan seleberiti biasanya pada judul yang ditampilkan disetiap beritanya selalu melebih lebihkan atau dibuat agar terkesan sensasional , maka dari itu surat kabar Pos kota termasuk ke dalam surat kabar yang berkategori kuning .
    – Koran Barometer
    Barometer adalah koran yang diterbitkan di wilayah semarang , sama seperti koran pos kota . Setiap materi ataupun berita yang disajikan dalam koran ini didominasi oleh berita berbau kriminalitas dengan judul yang sengaja dibuat sensasional untuk menarik minat pembaca.

  3. NAMA : NOVI ANDRIANI
    NIM : 7020115019
    PRODI : ILMU KOMUNIKASI 3
    TUGAS : Tipologi Pers
    DOSEN : Firman Taufiqurrahman, M. Si

    Media cetak berkategori pers populis yang saya amati ialah;
    Kompas
    Harian kompas atau kompas diterbitkan oleh PT Kompas Media Nusantara, kompas terbit pada tanggal 28 juni 1965. koran kompas terbit sebagai surat kabar mingguan dengan 8 halaman, lalu terbit 4 kali seminggu dan terus berkembang hingga menjadi surat kabatr harian nasional dengan oplah mencapai 30.650 pembaca. Dan untuk memudahkan akses bagi para pembacanya di seluruh dunia, kompas juga terbit dalam bentuk daring bernama KOMPAS.COM yang di kelola oleh PT. Kompas Cyber Media. Kompas.com berisi barita-berita yang diperbarui secara actual dan juga memiliki sub kanal Koran kompas dalam bentuk digital. Harian kompas adalah satu diantara dua Koran Indonesia yang diaudit oleh Audit Bureau of Circulations (ABC). Dan dapat menarik minat masyarakat untuk membaca beritanya sekirat 1.721.000 pembaca di tahun 2004. Tak hanya popular di kalangan masyarakat Indonesia kompas pun bisa di akses oleh masyarakat dunia dengan situsnya,dan mempunyai media partner sperti metrotv. Dan heran kompas termasuk kedalam kategori madia cetak populis.
    Sindo (Seputar Indonesia news)
    Surat kabar di Indonesia yang terbit perdana pada tanggal 29 juni 2005 dan termasuk Koran termuda, Koran ini merupakan media terintegrasi. Koran sindo terbit setiap hari, dengan 44 halamannya. Target pembacanya adalah masyarakat kelas menengah ke atas, dengan segmentasi usia dari 18thn sampai dengan 40thn, dan dengan jumlah oplah sebesar 336.000 pembaca. Target distribusi Koran sindo adalah kota-kota besar di seluruh Indonesia, karena Koran sindo menyampaikan informasi seputar berita nasional, metropolitan, daerah, ekonomi, bisnis, internasional, olahraga, otomotif dan teknologi. Tak hanya korannya saja, sindo pun bisa di akses melalui berita digital yang bisa di akses di http://www.okezone.com. Jadi tak heran kalo Koran sindo begitu popular di kalangan masyarakat Indonesia, dikarnakan Koran ini sering muncul dalam iklan media partnernya yaitu RCTI, MNCTV, dan GLOBALTV. Dan menurut saya pantas jika Koran Sindo menjadi salah satu Koran berkategori populis.
    Media cetak berkategori pers berkualitas yang saya amati ialah;
    Radar Sukabumi
    Radar Sukabumi adalah surat kabar harian yang terbit di Kota Sukabumi, surat kabar ini termasuk dalam group Jawa Pos. radar Sukabumi mempunyai jaringan informasi yang tersebar diseluruh Indonesia. Berita yang dimuat Radar Sukabumi terdiri dari 70% berita local atau berita daerah dan 30% berita nasional. Cakupan area yang berada dalam wilayah kerja Radar Sukabumi terdiri dari wilayah kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Cianjur. Setiap berita yang akan dimuat oleh Radar Sukabumi terlebih dahulu di input dalam JPNN (Jawa Post National Network) oleh para wartawannya, kemudian pimpinan redaksinya akan memilih berita-berita yang layak untuk ditanyangkan.
    Pikiran Rakyat
    Pikiran Rakyat adalah sebuah surat kabar yang diterbitkan di Bandung, Jawa Barat. Pada 24 maret 1966, Surat kabar ini dibesarkan oleh Atang Ruswita sorang watrawan senior. Pada awal kemunculan surat kabar ini di dasari oleh terdapatnya wartawan daerah yang kehilangan pekerjaannya pada thn 1966 dikarnakan Koran “Pikiran” Bandung, telah berhenti terbit. Seiring dengan berjalnnya waktu terhitung 24 maret 1966 harian angkatan berseniatan sedisi Jawa Barat berganti nama menjadi harian umum Pikiran Rakyat, yang juga dikenal dengan PR hingga saat ini. Dan pada waktun awal berdirinya pun pikiran rakyat sangan memprihatinkan dimana kantor maupun peralatab cetak dan tulis bukanlah milik Pikiran rakyat dan oplah pikiran rakyatpun tak lebih dari 200.000 eksemplar perharinya. Namun berkat kegigihan dan ketekunan yang didasari jiwa idealism para perintisnya. Pikiran rakyat mampu mendapatkan tempat dihati para pembacanya dengan sekitar 468.000 pembaca di tahun 2004.
    Republika
    Repulika adalah Koran nasional yang didirika oleh kalangan komunitas muslim, penerbitan tersebut merupakan puncak ndan langkah panjang kalangan umat islam dan khususnya para wartawan professional. Republika terbit perdan pada 4 januari 1993. Republika bisa menghasikan 200.000 oplah dan hanya mampu menarik meinat masyarakat untuk membaca baritanya sekitar 321.000 pembaca pada tahun 2004.

    Media cetak berkategori pers kuning (yellow page)
    Pos Kota
    Pos Kota adalah surat kabar harian yang diterbitkan di Jakarta dengan target pembaca kalangan menengah ke bawah. Umunya berisi berita-berita local, kriminalitas, masyarakat, olahraga, dan selebritis. Pos Kota memiliki tiras surat kabar harian tertinggi di Indonesia dengan 600.000 eksemplar perhari, dan bisa menarik hati masyarakat dengan 2.392.000 pembaca pada thn 2004, dan pada tahun 1999 Pos Kota menerbitkan Koran versi digital dan mulai memberitakan sektor bisnis dan dalam perkembangannya, pos kota ikut menampilkan isu-isu politik di dalam beritanya. Salah satu ciri khas dari Koran ini adalah tata letak atau tampilannya yang dibuat mencolok dan tidak beraturan.
    Lampu Merah
    Lampu Merah adalah surat kabar yang terbit setiap hari (kecuali hari libur nasional) berisi tentang berbangai berita tindak kriminal terutama di Jakarta, dan khususnya di lampu merah. Pemilihan judul Lampu merah dikarnakan banyak tindak kriminal di sekirat lampu merah. Penulisa headline yang menarik dan nyeleneh dengan font Arial ukuran 74 warna merahnya merupakan daya tarik tersendiri dari surat kabar ini. Pertahun 2003/2004 lampu merah bisa menarik hati para peminatnya sekitar 1.311.000 pembaca.

  4. NAMA : SANTILAWATY
    JURUSAN : IKOM 3
    TUGAS : TOPOLOGI PERS

    1. PERS KUNING
    Contohnya Koran “Lampu Merah” yang menyajikan berita yang begitu wah. Tapi isinya belum tentu wah. Seperti, Berita tentang Penyodoman Seorang bocah yang di tulis dengan judul “Bocah Tujuh Tahun Disodomi Gurunya, Katanya Biar Pintar Berbahasa Inggris”. Di judul tersebut headline berukuran besar dengan warna yang mencolok.
    Pertama, pemasangan foto peristiwa kriminal dan foto perempuan dengan penekanan seksualitas tubuh perempuan. Kedua, headline berukuran besar dengan warna-warni yang mencolok, misalnya merah, biru, kuning, dan hijau. Ketiga, banyaknya item berita di halaman muka. Jika biasanya koran umum memasang 5 hingga 8 item berita, jumlah berita yang ditampilkan di halaman depan koran kuning berkisar antara 10 sampai 25 item berita. Formatnya berupa berita yang sangat singkat, bahkan kerap hanya berupa judul dan lead kemudian bersambung ke halaman dalam. Uniknya, tidak sedikit judul dicetak sedemikian besar hingga ukurannya melebihi isi berita itu sendiri. Keempat, dilihat dari iklan yang dimuat, koran kuning di Indonesia umumnya menampilkan berbagai bentuk iklan yang tergolong vulgar, kadang dilengkapi dengan foto, gambar, atau kata-kata sensasional. Iklan tersebut pada umumnya berbau seksual dan supranatural (klenik), contohnya iklan pembesar alat vital laki-laki atau payudara wanita, layanan telepon seks, pijat (message), mainan seks (sex toys), paranormal, hingga penyembuhan alternatif. Pada beberapa koran kuning, ciri-ciri di atas tidak hanya terlihat di halaman depan, namun juga berlaku untuk halaman belakang, bahkan di halaman dalam
    2. PERS PROPULIS
    Contohnya adalah “Koran Sindo” mengapa saya memilih Koran sindo sebagai pers propolis? Koran Sindo (sebelumnya Harian Seputar Indonesia) adalah sebuah surat kabar di Indonesia yang terbit perdana pada tanggal hari Rabu, 29 Juni 2005 di Jakarta. Koran Sindo terbit selama 7 hari selama 1 minggu, dengan format ukuran panjang 7 kolom dan tinggi 54 cm. Edisi Nasional terbit 44 halaman dengan 3 bagian koran.. Target pembacanya adalah masyarakat kelas menengah ke atas, pendidikan Sarjana, segmentasi usia dari 18 tahun sampai dengan 40 tahun. Dengan diferensiasi pembaca laki-laki sebanyak 60% dan pembaca wanita sebanyak 40%. Target distribusi Koran Sindo adalah kota-kota besar di seluruh Indonesia dengan jumlah oplah sebesar 336.000 pembaca. Inilah mengapa saya berpendapat bahwa “Koran sindo” masuk ke dalam pers propolis.
    3. PERS BERKUALITAS
    Dari rubrik yang diteliti dan dianalisis, koran KOMPAS mempunyai Rubrik atau tema berita yang terbanyak, kompas memliki kurang lebih 11 rubrik dari 50 halaman yang ada, diantaranya adalah ; Politik & Hukum, Internasional, Pendidikan & Kebudayaan, Lingkungan & Kesehatan, Ilmu Pengetahuan & Teknologi, Teropong, Bisnis & Keuangan, Sosok, Klasika.
    Sebagian rubrik ada yang memberikan pengetahuan terbaru, diantarnya adalah rubrik Teropong dan rubrik Ilmu pengetahuan dan teknologi, pada rubrik teropong memberikan pengetahuan kepada pembaca, bahwa Jepang telah menciptakan bus hidrogen untuk menanggulangi polusi udara, Rubrik Teropong terbagi-bagi, diantarnya adalah Teropong Nusantara, Teropong Kesehatan Teropong Nasional, dan lain sebagainya rubrik teropong bermanfaat untuk pembaca, karena rubrik tersebut mengupas mengenai hal-hal baru, dari segala aspek yang ada, yang sebelumnya mungkin pembaca belum tahu. Sedangkan rubrik Ilmu Pengetahuan dan teknologi hanya sebatas memberikan bayangan kepada pembaca untuk mengetahui hal terbaru mengenai teknologi yang akan diadakan di Indonesia..Sedangkan mengenai rubrik yang lain, seperti rubrik Politik & Hukum, Internasional, Pendidikan & Kebudayaan, Lingkungan & Kesehatan, Bisnis & Keuangan, Ssosok, Naasional, Metropolitan, Olahraga, Nama & Peristiwa, Klasika, hanya memberikan berita terkini, bukan berbentuk pengetahuan, melainkan informasi yang di sampaikan pembaca, lewat tema berita tersebut.
    Rubrik yang terdapat di KOMPAS, seimbang selain memberikan Informasi kepada pembaca, KOMPAS juga memberikan pengetahuan kepada pembaca, sehingga koran KOMPAS sesuai dengan nama merknya ” KOMPAS” yaitu sebagai arah dan petunjuk, koran KOMPAS adalah koran yang tepat untuk mencari informasi, dan pengetahuan terkini yang diperlukan pembaca.
    KOMPAS tidak mengeluarkan kata-kata yang kurang sopan atau kurang pantas, melainkan memperlihatkan gaya bahasa kaum intelek atau kaum terpelajar sebagian besar bahasa yang digunakan merupakan bahasa variasi tingkat tinggi, dari penggunaan bahasa pada koran KOMPAS, terlihat bahwa sasaran pembacanya adalah kaum menengah keatas, seperti diantaranya adalah Pejabat, Pebisnis, guru, Dosen, bahkan Mahasiswa. Koran KOMPAS bisa menjadi rujukan sebagai contoh untuk kita, dan kaum muda khususnya untuk berbahasa yang sopan, dan baik dalam bertutur sehari-hari.

  5. TIPOLOGI PERS
    Tipologi berdasarkan kualitas dapat diklasifikasikan menjadi tiga
    kelompok sebagai berikut :
    1. Pers berkualitas (quality newspaper)
    Penerbitan pers berkualitas memilih cara penyajian yang etis, moralis, intelektual.
    Sangat dihindari pola dan penyajian pemberitaan yang bersifat emosional frontal. Pers
    jenis ini sangat meyakini pendapat: kualitas dan kredibilitas media hanya bisa diraih
    melalui pendekatan profesionalisme secara total. Ditujukan untuk masyarakat kelas
    menengah atas.
    Dari sekian banyak jenis pers tentu ada pers yang masih sangat mengutamakan
    kualitas di atas segalanya. Walaupun tidak melupakan unsur komersial, kualitas tetaplah
    nomor wahid bagi pers ini. Biasanya sasaran dari per jenis ini adala mereka dari strata
    sosial yang tinggi seperti kalangan terpelajar. Secara keseluruhan pers jenis ini ditunjukan
    untuk mereka yang menengah ke atas. Pers jenis ini biasanya bersifat nasional dan
    memiliki manajemen yang baik.
    Penerbitan berkualitas harus menyajikan penyajian yang etis, moralis,intelektual.
    Pers berkualitas benar-benar dikelola secara konseptual dan profesional walaupun
    orientasi bisnisnya tetap komersial.
    2. Pers populer (popular newspaper)
    Pers populer sangat menekankan nilai serta kepentingan komersial. Pers populer
    memilih penyajian yang populer dan mudah dipahami khalayak ramai. Sedikit berbeda
    dengan per berkualitas, pers populer lebih ringan dari segi penyajiaannya. Pada dasarnya
    jenis pers ini paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat namun demikian pers ini tidak
    seberat pers berkualitas. Pers jenis ini sangat mementingkan pembaca agar mengerti dan
    paham terhadap berita yang disajikan. Pers ini juga banyak memuat informasi dan rekreasi
    sampai hiburan kepada masyarakat. Sasaran pembaca pers populer adalah kalangan
    menengah-bawah.
    3. Pers kuning (yellow newspaper)
    Disebut pers kuning karena penyajian pers jenis ini banyak mengeksploitasi warna.
    Bagi pers kuning, kaidah baku jurnalistik tak diperlukan.Berita tak harus berpijak pada
    fakta, tetapi bisa saja didasari ilusi, imajinasi, dan fantasi. Pers kuning menggunakan
    pendekatan jurnalistik SCC (Sex, Conflict, Crime). Pers kuning lebih banyak ditujukan
    kepada masyarakat pembaca kelas bawah.
    Pers jenis ini juga tumbuh subur di era informasi seperti sekarang ini. Pers jenis ini
    lebih banyak memuat informasi yang terkesan kepada hal-hal yang bombastis. Pemakaian
    judul yang sangat menggoda pembaca merupakan ciri dari pers ini. Pers kuning kerap
    memuat berita yang terkesan cabul dan sadis dan tentu saja berita seperti inilah yang
    sangat menggoda para pembaca. Pers jenis ini sering dianggap sebagai pers yang terkesan berselera rendah.

    _____________

    Nama : Cucu Rahmawati
    NIM : 7020115005

  6. nama : iqsan maulana ishaq
    prodi : ilmu komunikasi
    tugas : tipologi pers

    Media cetak
    media cetak adalah suatu alat bagi masarakat yang sangat berguna bagi kalangan masyarakat menengah ke atas maupun menengah ke bawah contoh nya koran atau majalah yang setiap harinya memberitakan tentang kejadian yang ada namun media cetak sangat berguna sekali bagi mereka yang sering berkepentingan keluar dan tidak bisa melihat berita langsung dan bisa membaca nya
    adapun manfaat dan kegunaan nya
    Terlahir & berkembangnya surat kabar di Indonesia dapat menunjang terlaksananya
    pembangunan di Indonesia untuk menjadi negara yang lebih maju. Untuk dapat menunjang
    terlaksananya cita – cita tersebut, peranan surat kabar di Indonesia adalah:
    1. Sebagai media informasi yang mencerahkan.
    2. Sebagai media pendidikan yang mencerdaskan.
    3. Meningkatkan intelektual kehidupan masyarakat.
    4. Membantu memperkuat kesatuan nasional

    1. Analisis Media Cetak Pers Populis
    a. Koran Sindo
    adalah sebuah surat kabar di Indonesia yang terbit perdana pada 29 Juni 2005 di Jakarta. Koran Sindo terbit selama 7 hari dalam 1 minggu, dengan format ukuran panjang 7 kolom dan tinggi 54 cm. Edisi Nasional terbit 44 halaman dengan 3 bagian koran.
    Target pembacanya adalah masyarakat kelas menengah ke atas, pendidikan Sarjana, segmentasi usia dari 18 tahun sampai dengan 40 tahun. dan yang lain nya
    b. Koran Kompas
    Kompas adalah nama surat kabar Indonesia yang berkantor pusat di Jakarta. Koran Kompas diterbitkan oleh PT Kompas Media Nusantara yang merupakan bagian dari Kelompok Kompas Gramedia (KG). Berdasarkan hasil survey pembaca tahun 2008, Profil pembaca Koran Kompas mayoritas berasal dari kalangan (Strata Ekonomi dan Sosial) menengah ke atas (SES AB) yang tercermin dari latar belakang pendidikan dan kondisi keuangan.

    2. Media cetak pers kuning
    Pos Kota
    Pos Kota adalah surat kabar harian yang diterbitkan di Jakarta dengan target pembaca kalangan menengah ke bawah. Umunya berisi berita-berita local, kriminalitas, masyarakat, olahraga, dan selebritis. Pos Kota memiliki tiras surat kabar harian tertinggi di Indonesia sampai dengan 600.000 eksemplar perhari, dan bisa menarik hati masyarakat dengan jutaan pembaca pada thn 2004, dan pada tahun 1999 Pos Kota menerbitkan Koran versi digital dan mulai memberitakan sektor bisnis dan dalam perkembangannya, pos kota ikut menampilkan isu-isu politik di dalam beritanya. Salah satu ciri khas dari Koran ini adalah tata letak atau tampilannya yang dibuat mencolok dan tidak beraturan.

    3. PERS BERKUALITAS
    Dari rubrik yang diteliti dan dianalisis, koran KOMPAS mempunyai Rubrik atau tema berita yang terbanyak, kompas memliki kurang lebih 11 rubrik dari 50 halaman yang ada, diantaranya adalah ; Politik & Hukum, Internasional, Pendidikan & Kebudayaan, Lingkungan & Kesehatan, Ilmu Pengetahuan & Teknologi, Teropong, Bisnis & Keuangan, Sosok, Klasika.
    Sebagian rubrik ada yang memberikan pengetahuan terbaru, diantarnya adalah rubrik Teropong dan rubrik Ilmu pengetahuan dan teknologi, pada rubrik teropong memberikan pengetahuan kepada pembaca, bahwa Jepang telah menciptakan bus hidrogen untuk menanggulangi polusi udara, Rubrik Teropong terbagi-bagi, diantarnya adalah Teropong Nusantara, Teropong Kesehatan Teropong Nasional, dan lain sebagainya rubrik teropong bermanfaat untuk pembaca, karena rubrik tersebut mengupas mengenai hal-hal baru, dari segala aspek yang ada, yang sebelumnya mungkin pembaca belum tahu. Sedangkan rubrik Ilmu Pengetahuan dan teknologi hanya sebatas memberikan bayangan kepada pembaca untuk mengetahui hal terbaru mengenai teknologi yang akan diadakan di Indonesia..Sedangkan mengenai rubrik yang lain, seperti rubrik Politik & Hukum, Internasional, Pendidikan dan Kebudayaan, Lingkungan Kesehatan, Bisnis Keuangan, Ssosok, Naasional, Metropolitan, Olahraga, Nama Peristiwa, Klasika, hanya memberikan berita terkini, bukan berbentuk pengetahuan, melainkan informasi yang di sampaikan pembaca, lewat tema berita tersebut.
    Rubrik yang terdapat di KOMPAS, seimbang selain memberikan Informasi kepada pembaca, KOMPAS juga memberikan pengetahuan kepada pembaca, sehingga koran KOMPAS sesuai dengan nama merknya ” KOMPAS” yaitu sebagai arah dan petunjuk, koran KOMPAS adalah koran yang tepat untuk mencari informasi, dan pengetahuan terkini yang diperlukan pembaca.

  7. nama : iqsan maulana ishaq
    prodi : komunikasi

    1. Analisis dan Contoh Media Cetak Pers Populis
    a. Koran Kompas
    Kompas adalah nama surat kabar Indonesia yang berkantor pusat di Jakarta. Koran Kompas diterbitkan oleh PT Kompas Media Nusantara yang merupakan bagian dari Kelompok Kompas Gramedia (KG). Berdasarkan hasil survey pembaca tahun 2008, Profil pembaca Koran Kompas mayoritas berasal dari kalangan (Strata Ekonomi dan Sosial) menengah ke atas (SES AB) yang tercermin dari latar belakang pendidikan dan kondisi keuangan.
    b.radar sukabumi
    adalah surat kabar yang berpusat di kota sukabumi yang sangat banyak di minati oleh kalangan masarakat sukabumi khusus nya para pekerja kantoran dan orang orang politik lain nya

    2. Analisis Media Cetak Pers Berkualitas
    a. Koran Radar Sukabumi
    Radar Sukabumi adalah surat kabar harian yang terbit di Kota Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia. Surat Kabar ini termasuk Kantor pusatnya terletak Jl. Selabintana Km 3,5 Sukabumi.
    Radar Sukabumi mempunyai jaringan informasi yang tersebar diseluruh Indonesia. Berita yang dimuat di Radar Sukabumi terdiri dari 70 % berita lokal atau berita daerah dan 30 % berita nasional.. Cakupan area yang berada dalam wilayah kerja Radar Sukabumi terdiri dari wilayah Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur.
    Setiap berita yang akan dimuat di Radar Sukabumi terlebih dahulu diinput dalam JPNN (Jawa Post National Network) oleh para wartawan, kemudian Pemimpin Redaksi akan memilih berita-berita yang layak tayang. Radar Sukabumi diterbitkan di Bogor kemudian didistrisbusikan ke masing-masing wilayah kerjanya sesuai permintaan.
    b. Koran Tempo
    Koran Tempo adalah sebuah koran berbahasa Indonesia yang terbit di Indonesia. Pemiliknya adalah PT Tempo Inti Media Harian. Tempo sebelumnya dikenal dengan Majalah Temponya.
    Ia pertama kali diterbitkan pada 2 April 2001 dengan sirkulasi sebesar 100.000 setiap hari.
    Pemakaian nama Tempo, tidak lepas dari saran dari para pengecer. Di mana kata ini mudah untuk diucapkan dan memiliki jarak penerbitan yang cukup longgar, yakni mingguan. Selain itu, namanya, dianggap mirip-mirip dengan majalah terkenal dari Amerika, Time. Dengan rata-rata umur pengelola yang masih 20-an, ia tampil beda dan diterima masyarakat. Dengan mengedepakan peliputan berita yang jujur dan berimbang, serta tulisan yang disajikan dalam prosa yang menarik dan jenaka, majalah ini diterima masyarakat.
    3. Analisis dan Contoh Media Cetak Pers Kuning
    a. Koran Pos Kota
    Pos Kota adalah surat kabar harian yang diterbitkan di Jakarta dengan target pembaca kalangan menengah ke bawah. Umumnya berisi berita-berita lokal, kriminalitas, masyarakat, olahraga, dan selebriti.
    Pos Kota memiliki tiras surat kabar harian tertinggi di Indonesia dengan 600.000 eksemplar per hari.
    Pos Kota didirikan oleh mantan Menteri Penerangan era Orde Baru, Harmoko dan beberapa mitranya, diantaranya Jahja Surjawinata, Tahar S. Abiyasa, dan Pansa Tampubolon.
    Sebelum meluncurkan Pos Kota, Harmoko membuat survei di beberapa tempat di Jakarta, seperti Tanjung Priok, Jatinegara, Tanah Abang, dan Senen. Hasil survei tersebut, dia menemukan bahwa masyarakat menginginkan berita yang menyangkut persoalan riil di kehidupan sehari-hari mereka. Oleh karena itu, isi berita Pos Kota berkisar tentang kriminalitas, hukum, seksualitas, serta olahraga. Pos Kota diterbitkan pertama kali pada 15 April 1970 dengan 3.500 eksemplar dan mendapat sambutan yang baik hingga beberapa bulan berikutnya berkembang menjadi 30.000-60.000 eksemplar per bulan.
    b. koran
    Iklim reformasi melahirkan banyak koran baru yang diantaranya dapat dikategorikan sebagai koran kuning, antara lain Lampu Merah danNon Stop yang terbit di Jakarta, Meteor yang terbit di Semarang, Posko yang terbit di Manado, Pos Metro yang terbit di tiga kota sekaligus (Bogor, Medan, Batam), dan Merapiyang terbit di Yogyakarta. Nama-nama ini adalah beberapa contoh koran kuning yang terbit belakangan namun mampu menarik perhatian masyarakat karena berita-berita sensasional yang ditampilkan.
    Sejak Minggu, 20 Oktober 2008 Lampu Merah berubah nama menjadi Lampu Hijau. Pada pengantar edisi perdana Lampu Hijau ditulis dengan berganti nama baru, Lampu Merah ingin mengubah citranya menjadi koran yang lebih “teduh” sebagaimana filosofi warna hijau. Dalam praktiknya, perubahan ini hanya terlihat dari pengurangan materi seksualitas. Sebagai gantinya Lampu Hijau menambah materi berita-berita politik dan kriminalitas dengan teknik pengemasan dan penyajian yang sama dengan Lampu Merah.
    Lampu Merah adalah fenomena kesuksesan koran kuning di Indonesia yang terbit setelah masa reformasi. Koran tersebut dalam waktu yang cukup singkat sejak berdiri 26 November 2001 berhasil menjaring pembaca sebanyak 1,3 juta pada tahun 2004 dan mencapai BEP (break even point) kurang dari satu tahun
    Konsep yang diangkat Lampu Merah adalah bagaimana semua aspek diberitakan dari perspektif kriminalitas, misalnya berita politik dikaitkan dengan korupsi, berita olahraga yang terjadi perkelahian, atau berita artis yang saling menipu dan sebagainya. Gaya bahasa yang digunakan adalah trend, nyantai dan relax atau istilah lainnya “bahasa pasar” sehingga menghasilkan berita yang tidak kaku namun seperti bercerita/novel. Konsep bahasa yang nyantai diharapkan akan meningkatkan frekuensi pembaca dibandingkan dengan bahasa yang serius. Lampu Merah juga menampilkan beberapa foto/parade foto untuk satu peristiwa guna lebih menarik perhatian pembaca.

  8. Nama: Bayu Mahendra
    Prodi: Ilmu Komunikasi 3
    Mata kuliah: dasar dasar jurnalisatik
    Dosen: firman taqur
    Tugas Mencari Contoh Dari Media Cetak Dari (Populis, Berkualitas, Kuning)

    A. POPULIS (media cetak yang popular)
    1. Koran Kompas
    Harian Kompas adalah surat kabar Indonesia yang berkantor pusat di Jakarta. Kompas diterbitkan oleh PT Kompas Media Nusantara yang merupakan bagian dari kelompok usaha Kompas Gramedia (KG), yang didirikan oleh PK. Ojong (almarhum) dan Jakob Oetama sejak 28 Juni 1965.Mengusung semboyan “Amanat Hati Nurani Rakyat”, Kompas dikenal sebagai sumber informasi tepercaya, akurat, dan mendalam.
    2. Koran sindo
    Koran Sindo (sebelumnya Harian Seputar Indonesia) adalah sebuah surat kabar di Indonesia yang terbit perdana pada tanggal hari Rabu, 29 Juni 2005 di Jakarta. Koran Sindo terbit selama 7 hari selama 1 minggu, dengan format ukuran panjang 7 kolom dan tinggi 54 cm. Edisi Nasional terbit 44 halaman dengan 3 bagian koran.
    Target pembacanya adalah masyarakat kelas menengah ke atas, pendidikan Sarjana, segmentasi usia dari 18 tahun sampai dengan 40 tahun. Dengan diferensiasi pembaca laki-laki sebanyak 60% dan pembaca wanita sebanyak 40%. Target distribusi Koran Sindo adalah kota-kota besar di seluruh Indonesia dengan jumlah oplah sebesar 336.000 pembaca.
    Yang menjadi perbedaan dengan edisi nasional, adalah dari harga per eksemplar serta jumlah halaman. Halaman pada edisi lokal hanya sebanyak 24 halaman sementara edisi nasional mencapai 44 Halaman. Selain itu Harganya juga berbeda. Koran Sindo edisi lokal dihargai Rp 2.500,- per eksemplar, sementara edisi nasional adalah Rp.3.000,- per eksemplar. Koran Sindo edisi lokal lebih fokus kepada wilayahnya sendiri, yang mencapai 80 persen dari jumlah halaman.
    B. BERKUALITAS
    1. Koran Pikiran Rakyat
    Pikiran Rakyat adalah sebuah surat kabar yang diterbitkan di Bandung, Jawa Barat. Surat kabar ini didirikan pada 24 Maret 1966. Surat kabar ini dibesarkan oleh Atang Ruswita, wartawan senior. Pikiran Rakyat memiliki slogan Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat.Pada Bulan Januari 1966, di Kota Bandung terdapat sejumlah wartawan yang kehilangan pekerjaan, akibat koran milik Bandung N.V. bernama Pikiran Rakyat berhenti terbit. Koran yang pertama kali terbit pada 30 Mei 1950 ini harus berhenti karena terlambat memenuhi ketentuan yang mengharuskan setiap koran untuk berafiliasi dengan salah satu kekuatan politik atau memilih bergabung dengan koran yang ditentukan Departemen Penerangan. Atas dorongan Panglima Kodam (Pangdam) Siliwangi Ibrahim Adjie pada waktu itu, wartawan-wartawan tadi yang diwakili Sakti Alamsyah dan Atang Ruswita menerbitkan koran Angkatan Bersenjata edisi Jawa Barat yang berafiliasi dengan harian umum Angkatan Bersenjata yang terbit di Jakarta dengan surat izin terbit (SIT) No. 021/SK/DPHM/SIT/1966.
    Nomor perdana yang terbit pada 24 Maret 1966 ini bertepatan dengan peringatan ke-20 peristiwa heroik Bandung Lautan Api. Namun, belum genap setahun koran ini terbit, Menteri Penerangan mencabut kembali peraturannya tentang keharusan berafiliasi. Pangdam Siliwangi pun serta merta melepas sepenuhnya ketergantungan koran ini dengan Kodam. Seiring dengan keputusan ini pulalah, terhitung 24 Maret 1967, harian Angkatan Bersenjata edisi Jawa Barat berganti nama menjadi harian umum Pikiran Rakyat, yang juga dikenal dengan singkatan PR hingga saat ini.
    Enam tahun pertama sejak masa kelahirannya, bisa dikatakan merupakan masa-masa penuh keprihatinan. Kantor maupun peralatan cetak dan tulis bukanlah milik Pikiran Rakyat. Pada masa ini, oplah Pikiran Rakyat pun tak pernah lebih dari 200.000 eksemplar per harinya. Namun berkat kegigihan dan keuletan yang didasari jiwa idealisme para perintis saat itu, Pikiran Rakyat secara pasti terus mendapat tempat di hati pembacanya.
    2. Koran suara merdeka
    Suara Merdeka adalah sebuah surat kabar yang terbit di Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Harian ini memiliki sirkulasi terbatas pada area Jawa Tengah. Suara Merdeka merupakan surat kabar dengan pangsa pasar terbesar di Jawa Tengah.
    Suara Merdeka didirikan oleh H. Hetami yang sekaligus menjadi pemimpin redaksi pada 11 Februari 1950. Ia dibantu oleh tiga wartawan, yaitu HR. Wahjoedi, Soelaiman, dan Retno Koestiyah. Pertama kali diterbitkan di kota Solo, koran ini mencetak 5000 eksemplar yang pada masa itu merupakan jumlah yang cukup besar untuk surat kabar lokal. Kemudian, Suara Merdeka mulai melebarkan daerah distribusinya ke Kudus dan Semarang untuk bersaing dengan surat kabar lokal lainnya, seperti Sin Min.
    Pada awalnya, harian Suara Merdeka belum memiliki percetakan sendiri sehingga mereka menumpang pada De Locomotief, koran bahasa Belanda yang dimiliki percetakan NV Handelsdrukkerij di Jalan Kepondang, Semarang. Sejak tahun 1956, harian Suara Merdeka yang biasanya terbit pada sore hari menjadi terbit pada pagi hari setelah H. Hetami mendapatkan mesin percetakan sendiri. Harian ini pun memiliki kantor sendiri di bekas kantor surat kabar Het Noorden yang telah diambil alih pemerintah Indonesia pada Maret 1963.
    uari 1982, Hetami menyerahkan kepemimpinan Suara Merdeka ke menantunya yang bernama Budi Santoso bersamaan dengan peresmian kantor baru dan percetakan Mascom Graphy di Semarang. Sejak tahun 2010, harian Suara Merdeka dipimpin oleh Kukrit Suryo Wicaksono, anak sulung dari Budi Santoso.
    Pada awalnya, slogan harian Suara Merdeka adalah Harian Umum untuk Mempertinggi Ketahanan Revolusi Indonesia. Slogan tersebut kemudian diubah menjadi Independen, Objektif, tanpa Prasangka yang berarti berita yang ingin disajikan oleh surat kabar ini dibuat berdasarkan kepentingan umum, seimbang dan tidak pamrih, serta bebas dari opini pribadi wartawan penulisnya. Slogan tersebut kemudian diubah menjadi Perekat Komunitas Jawa Tengah yang mencerminkan posisi pemasaran surat kabar tersebut.
    C. KUNING
    1. Koran pos kota
    Pos Kota adalah surat kabar harian yang diterbitkan di Jakarta dengan target pembaca kalangan menengah ke bawah. Umumnya berisi berita-berita lokal, kriminalitas, masyarakat, olahraga, dan selebriti. Pos Kota memiliki tiras surat kabar harian tertinggi di Indonesia dengan 600.000 eksemplar per hari
    Pos Kota didirikan oleh mantan Menteri Penerangan era Orde Baru, Harmoko dan beberapa mitranya, diantaranya Jahja Surjawinata, Tahar S. Abiyasa, dan Pansa Tampubolon.
    ncurkan Pos Kota, Harmoko membuat survei di beberapa tempat di Jakarta, seperti Tanjung Priok, Jatinegara, Tanah Abang, dan Senen. Hasil survei tersebut, dia menemukan bahwa masyarakat menginginkan berita yang menyangkut persoalan riil di kehidupan sehari-hari mereka. Oleh karena itu, isi berita Pos Kota berkisar tentang kriminalitas, hukum, seksualitas, serta olahraga. Pos Kota diterbitkan pertama kali pada 15 April 1970 dengan 3.500 eksemplar dan mendapat sambutan yang baik hingga beberapa bulan berikutnya berkembang menjadi 30.000-60.000 eksemplar per bulan.
    Pada tahun 1999, Pos Kota menerbitkan koran versi digital (Pos Kota Online) dan mulai menargetkan sektor bisnis sebagai pangsa pasarnya. Dalam perkembangannya, Pos Kota ikut menampilkan isu-isu politik di dalam beritanya. Salah satu ciri khas dari koran ini adalah tata letak (tampilan) yang dibuat mencolok dan tidak beraturan. Pada Mei-Juni 2005, Majalan Cakram menerbitkan hasil survei Nielsen Media Research yang menempatkan Pos Kota sebagai koran paling laris di Indonesia, dengan tiras 600.000 eksemplar dan 2.551 pembaca sehingga mengalahkan harian Kompas
    2. Koran prakiraan cuaca
    Prakiraan (perkiraan) cuaca, dalam bahasa sehari-hari disebut ramalan cuaca, adalah penggunaan ilmu dan teknologi untuk memperkirakan keadaan atmosfer Bumi pada masa datang untuk suatu tempat tertentu.
    Bangsa Babilonia tercatat telah melakukan prakiraan cuaca sejak 650 SM. Dua orang yang dianggap sebagai pelopor prakiraan cuaca sebagai ilmu adalah Francis Beaufort dan Robert Fitzroy.
    Saat ini prakiraan cuaca dilakukan menggunakan pemodelan (modeling) dengan bantuan komputer. Walaupun sudah dibantu teknologi, namun keakuratan tidak dapat mencapai 100% dan masih ada kemungkinan salah.

  9. Nama : Selvi Susela
    NIM : 7020115025
    Prodi : Ilmu Komunikasi 3

    TIPOLOGI PERS
    1. TIPOLOGI PERS POPULIS
     KORAN SINDO DAN KOMPAS
    Penerbitan beriita di kedua koran ini memilih cara penyajian yang etis, moralis, intelektual. Sangat dihindari pola dan penyajian pemberitaan yang bersifat emosional frontal. Pers jenis ini sangat meyakini pendapat: kualitas dan kredibilitas media hanya bisa diraih melalui pendekatan profesionalisme secara total. Ditujukan untuk masyarakat kelas menengah atas.
    2. TIPOLOGI PERS KUALITAS
     RADAR SUKABUMI DAN NUSANTARA POST
    Karena kedua koran ini lebih banyak dimaksud untuk memberikan informasi dan rekreasi (hiburan).
    Radar Sukabumi mempunyai jaringan informasi yang tersebar diseluruh Indonesia[2]. Berita yang dimuat di Radar Sukabumi terdiri dari 70 % berita lokal atau berita daerah dan 30 % berita nasional[2]. Cakupan area yang berada dalam wilayah kerja Radar Sukabumi terdiri dari wilayah Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur[2]. Setiap berita yang akan dimuat di Radar Sukabumi terlebih dahulu diinput dalam JPNN (Jawa Post National Network) oleh para wartawan, kemudian Pemimpin Redaksi akan memilih berita-berita yang layak tayang[2]. Radar Sukabumi diterbitkan di Bogor kemudian didistrisbusikan ke masing-masing wilayah kerjanya sesuai permintaan
    3. TIPOLOGI PERS KUNING
     LAMPU MERAH DAN LAMPU HIJAU
    Kedua koran ini koran itu terbit tiap hari (kecuali hari Libur Nasional) yang kerap kali mengundang kontroversi. kriminal yang terjadi di sekitar lampu merah. Namun yang membuat koran ini kontroversial adalah pemilihan judul-judul berita yang terkesan provokatif dan tidak sopan. Koran inijuga menggunakan warna warna yang mencolok.

  10. GUSTIN FITRIA
    IKOM 3

    1.Surat kabar Populis

    Warta Kota

    Saat ini Warta Kota dapaat dikatakan sebagai koran umum, dengan tema bebas meskipun basisnya tetappada berita perkotaan, dengan bahasan pada segala masalah yang terjadi ataupun berkaitan dengan persoalan perkotaan dan segala tingkah polah manusianya. Keberadaan Warta Kota di Jakarta dan sekitarnya dapat dilihat di setiap perempatan jalan, lapak-lapak, kios, maupun tempat berjulan media lainnya. Setiap hari, halaman depan Warta Kota hadir dengan menu berita yang menjangkau beragam segemen, yakni tontonan sepakbola, selebritis, humor, dan peristiwa paling panas hari itu. Selin itu ditampilkan berita utama yang berkaitan dengan kepentingan orang banyak, seerti kecenderungan bisnis, kesehatan, topik pendidikan, dan yang sedang ramai dibicarakan.

    Harian Warta Kota dimaksudkan menjadi medi khas bagi warga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan sekitarnya yang diharapkan dapat menjadi panduan warga dalam melihat dan menjalani hak-hak dan kewajibannya. Maka tak heran, banyak yang mengenal surat kabar ini dan dibaca oleh berbagai kalangan. Dan jadilah Warta Kota sebagai surat kabar yang cukup populer dan banyak di dengar masyarakat.

    Tribun Jabar

    Bagi masyarakat Jawa barat sendiri tentu tidak asing dengan koran Tribun Jabar. Harian ini menempati posisi atas di Jawa Barat, berdasarkan hasil survei lembaga riset media AC Nielsen. Survei yang dijadikan acuan para pemasang iklan baik di Bandung maupun jakarta ini berlangsung setiap triwulan. Survei ini menegaskan bahwa Tribun Jabar yang terbit pada tahun 2005 berpotensi untuk terus berkembang dan beredar luas di Bandung khususnya dan di kota-kota lain pada umunya, seiring dengan bertambahnya oplah harian Tribun Jabar.

    Tribun Jabar sendiri merupakan salah satu hasil pengembangan pers daerah berdasarkan koran Tribun yang terbit lebih dulu. Tribun yang semakin berkembang luas di Indonesia perlahan merambah ke dunia eletronik. Kesuksesan media cetak tidak serta merta mampu membendung para pengelola Tribun untuk berpuas diri. Apalagi di zaman sekarang yang persaingan media online-nya cukup ketat. Maka tak heran Tribun menjadi cukup populer di karenakan beritanya yang cukup meluas melalui media elektronik.

    2.Surat kabar berkualitas.
    Republika

    Republika adalah koran nasional yang dilahirkan oleh kalangan komunitas muslim bagi publik di Indonesia. Penerbitan tersebut merupakan puncak dari upaya panjang kalangan umat islam, khususnya para wartawan profesional muda yang dipimpin oleh ex wartawan Tempo, Zaim Uchrowi yang telah menempuh berbagai langkah. Republika telah banyak meraih penghargaan, dari mulai koran terbaik pada tahun 2004 dari Dewan Pers yang menilai dari sisi penerapan kaidah jurnalistik, hingga penghargaan dari Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa sebagai koran berbahasa Indonesia terbaik, peringkat 1 maupun peringkat dibawahnya.Selain itu, wartawan-wartawan Republika juga banyak meraih penghargaan dari PWI, AJI, maupun dari berbagai institusi lainnya.

    Republika juga banyak melakukan inovasi-inovasi dan selalu menjadi yang pertama dalam hal pembaruan. Seperti membuka situs surat kabar pertama dan situs berita pertama di Indonesia, juga salah satu koran pertama yang menerbitkan halaman khusus daerah.

    Suara Pembaruan

    Suara Pembaruan adalah surat kabar Indonesia yang berbasis di Jakarta. Surat kabar ini terbit pada sore hari dengan slogan dan motto awal Tiada Pembaruan Tanpa Pembaruan dan kini menjadi Memihak kebenaran. Seperti halnya koran-koran mainstream pada umumnya, Suara Pembaruan terbit dalam versi cetak, versi online dan versi e-paper.

    Suara Pembaruan masuk ke dalam sepuluh jajaran surat kabar terbaik yang dinobatkan oleh Dewan Pers. Karena pada saat ini, nyatanya kualitas jurnalisme di negeri ini mulai dipertanyakan. Banyak elemen jurnalisme yang dilanggar, mulai dari etika hingga media massa yang menempatkan diri sebagai corong partai. Namun itu bukan berarti koran berkualitas di negeri ini telah betul-betul musnah. Karena setidaknya masih ada sederet nama dari perusahaan surat kabar di Indonesia yang masih kukuh berjalan di jalur aman tanpa menyepelekan kaidah-kaidah jurnalistik. Dan untuk kedepannya, diharapkan muncul kembali beberapa media yang sanggup mengemban tugas tanggung jawab sosial. Tanpa sekedar menjadi media komersil.

    3. Surat kabar kuning.

    Koran Pos Kota
    Secara singkat dapat dirumuskan bahwa koran kuning adalah surat kabar yang kurang atau cenderung tidak mengindahkan kaidah jurnalistik yang umum berlaku. Pemberitahuan dari koran kuning yang berpijak pada ilusi, imajinasi, dan fantasi membuatnya dikenal sebagai jurnalisme yang menjual sensasi. Begitu kuatnya unsur sensasionalisme dalam berita menjadikan elemen tersebut dikenal sebagai ciri khas dari jurnalisme kuning (Conboy, 2003: 56).

    Salah satu contoh koran kuning tersebut adalah Pos Kota. Seminggu setelah terbit, koran ini menuai banyak tanggapan. Kalangan pers sendiri mempertanyakan jurnalisme macam apa yang diusung koran tersebut. Berita yang dimuat cenderung tidak berkelas dan bahkan orang-orang sempat menggolongkan harian ini sebagai surat kabar porno, koran tukang becak dan lain-lain sementara di kalang perse sendiri surat kabar ini dianggap kurang intelektual.

    Salah satu pemicu kejayaan Pos Kota adalah ketika munculnya kasus “bayi ajaib” yang bisa bicara dalam perut Cut Zahara Fona. Berita yang ada dikemas secara lengkap dan membuat publik sempat geger. Namun pada akhirnya terbukti bahwa itu hanya akal-akalan sang ibu saja yang menyimpan tape recorder di balik gaun yang dipakainya. Namun tidak dapat dipungkiri akibat dari berita tersebut mendongkrak kepopuleran Pos Kota di tahun pertama penerbitannya.

    Koran Nonstop
    Begitu kuatnya unsur sensasionalisme menjadikan elemen tersebut dikenal sebagai ciri khas dari jurnalisme kuning. Selain unsur sensasionalisme dan dramatisasi dalam penulisan berita, ciri utama lainnya dari koran kuning adalah penggunaan aspek visual yang cenderung berlebihan bahkan cenderung lebih dominan daripada teks beritanya. Contoh aspek visual yang digunakan oleh koran kuning adalah, penggunaan foto dan gambar yang berlebihan. Di samping itu, koran kuning juga memfokuskan pemberitaannya pada isu-isu kontroversial yang mampu memancing perdebatan dan gosip. Isu-isu yang sering memancing kontroversi ini antara lain isu yang berkaitan dengan unsur sex, conflict, and crime (seks, konflik, dan kriminal).

    Adapun koran kuning yang terbit sekian tahun setelah kemunculan Pos Kota adalah koran Nonstop. Sasaran pembacaakoran Nonstop dan Pos Kota kurang lebih sama dan isinya pun sama. Bedanya hanya jenis konten. Pos Kota full kriminalitas, kalau Nonstop sendiri full seksualitas.

    Mulai dari berita, rubik kesehatan, opini, gosip artis, curhat, bahkan iklan, semua berbau seksualitas, pornografi dan pornoaksi. Utamanya tentang gambar dan foto. Maka tidak heran beberapa kalangan menganggap koran ini sebagai koran sampah.

  11. Nama : Eri pebriadi
    IKOM 3
    1. yang termasuk media kuning yaitu surat kabar lampu merah dan pos kota , kenapa saya mengambil contoh surt kabar tersebut karena dalam isi konten pemberitaan memuat unsur unsur negatif bahkan apabila si pembaca tidak bisa memfilter akan menjurus kepada coba coba, karen pemberitaan negtif dapat memerikan sugesti negatif kepada pemikiran seseorang. isi nya seperti reka adegan tanpa sensor, pembunuhan, tentang sex dan berbau hal tidak untuk di pertontonkan kepada publik

    2. surat kabar media populis yakni surat kabar radar sukabumi, dan surat kabar seputar indonesia. alasan saya mengambil dua conto media ini dikarenakan yg pertama, kedua media ini merupakan media harian yg sangat di gemari oleh pembaca, karena para pembaca lebih senang pemberitaan yg cepat dan tepat waktu. Di lihat dari segi pembaca pun untuk di lokal radar sukabumi banyak penikmat nya dan sindo pun untuk skala media nasional sngt di gemari karena pemberitaan yang akurat dan lebih sering terdengar oleh telingan masyarakat akibat dari pengiklanan di media elektronik.

    3. media berkualitas yakni koran tempo dan koran dialog, alasan nya karena koran tempo dan dialog selalu memilih redaksi kata yg benar benar relevan. Isi pemberitaan pun tidak serta merta asal asalan, ada urutan yg harus di tempuh oleh si penulis dan si pemburu berita

  12. Nama : Badra Yudha Irawan
    IKOM 3 Stisip Widyapuri Mandiri
    1.KORAN POPULER
    Koran sindo
    Koran Sindo (sebelumnya Harian Seputar Indonesia) adalah sebuah surat kabar di Indonesia yang terbit perdana pada tanggal hari Rabu, 29 Juni 2005 di Jakarta. Koran Sindo terbit selama 7 hari selama 1 minggu, dengan format ukuran panjang 7 kolom dan tinggi 54 cm. Edisi Nasional terbit 44 halaman dengan 3 bagian koran.
    Target pembacanya adalah masyarakat kelas menengah ke atas, pendidikan Sarjana, segmentasi usia dari 18 tahun sampai dengan 40 tahun. Dengan diferensiasi pembaca laki-laki sebanyak 60% dan pembaca wanita sebanyak 40%. Target distribusi Koran Sindo adalah kota-kota besar di seluruh Indonesia dengan jumlah oplah sebesar 336.000 pembaca.
    Yang menjadi perbedaan dengan edisi nasional, adalah dari harga per eksemplar serta jumlah halaman. Halaman pada edisi lokal hanya sebanyak 24 halaman sementara edisi nasional mencapai 44 Halaman. Selain itu Harganya juga berbeda. Koran Sindo edisi lokal dihargai Rp 2.500,- per eksemplar, sementara edisi nasional adalah Rp.3.000,- per eksemplar. Koran Sindo edisi lokal lebih fokus kepada wilayahnya sendiri, yang mencapai 80 persen dari jumlah halaman.
    2.KORAN BERKUALITAS
    Koran suara merdeka
    Suara Merdeka adalah sebuah surat kabar yang terbit di Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Harian ini memiliki sirkulasi terbatas pada area Jawa Tengah. Suara Merdeka merupakan surat kabar dengan pangsa pasar terbesar di Jawa Tengah.
    Suara Merdeka didirikan oleh H. Hetami yang sekaligus menjadi pemimpin redaksi pada 11 Februari 1950. Ia dibantu oleh tiga wartawan, yaitu HR. Wahjoedi, Soelaiman, dan Retno Koestiyah. Pertama kali diterbitkan di kota Solo, koran ini mencetak 5000 eksemplar yang pada masa itu merupakan jumlah yang cukup besar untuk surat kabar lokal. Kemudian, Suara Merdeka mulai melebarkan daerah distribusinya ke Kudus dan Semarang untuk bersaing dengan surat kabar lokal lainnya, seperti Sin Min.
    Pada awalnya, harian Suara Merdeka belum memiliki percetakan sendiri sehingga mereka menumpang pada De Locomotief, koran bahasa Belanda yang dimiliki percetakan NV Handelsdrukkerij di Jalan Kepondang, Semarang. Sejak tahun 1956, harian Suara Merdeka yang biasanya terbit pada sore hari menjadi terbit pada pagi hari setelah H. Hetami mendapatkan mesin percetakan sendiri. Harian ini pun memiliki kantor sendiri di bekas kantor surat kabar Het Noorden yang telah diambil alih pemerintah Indonesia pada Maret 1963.
    uari 1982, Hetami menyerahkan kepemimpinan Suara Merdeka ke menantunya yang bernama Budi Santoso bersamaan dengan peresmian kantor baru dan percetakan Mascom Graphy di Semarang. Sejak tahun 2010, harian Suara Merdeka dipimpin oleh Kukrit Suryo Wicaksono, anak sulung dari Budi Santoso.
    Pada awalnya, slogan harian Suara Merdeka adalah Harian Umum untuk Mempertinggi Ketahanan Revolusi Indonesia. Slogan tersebut kemudian diubah menjadi Independen, Objektif, tanpa Prasangka yang berarti berita yang ingin disajikan oleh surat kabar ini dibuat berdasarkan kepentingan umum, seimbang dan tidak pamrih, serta bebas dari opini pribadi wartawan penulisnya. Slogan tersebut kemudian diubah menjadi Perekat Komunitas Jawa Tengah yang mencerminkan posisi pemasaran surat kabar tersebut.
    3.KORAN KUNING
    Pos Kota adalah surat kabar harian yang diterbitkan di Jakarta dengan target pembaca kalangan menengah ke bawah. Umumnya berisi berita-berita lokal, kriminalitas, masyarakat, olahraga, dan selebriti. Pos Kota memiliki tiras surat kabar harian tertinggi di Indonesia dengan 600.000 eksemplar per hari
    Pos Kota didirikan oleh mantan Menteri Penerangan era Orde Baru, Harmoko dan beberapa mitranya, diantaranya Jahja Surjawinata, Tahar S. Abiyasa, dan Pansa Tampubolon.
    ncurkan Pos Kota, Harmoko membuat survei di beberapa tempat di Jakarta, seperti Tanjung Priok, Jatinegara, Tanah Abang, dan Senen. Hasil survei tersebut, dia menemukan bahwa masyarakat menginginkan berita yang menyangkut persoalan riil di kehidupan sehari-hari mereka. Oleh karena itu, isi berita Pos Kota berkisar tentang kriminalitas, hukum, seksualitas, serta olahraga. Pos Kota diterbitkan pertama kali pada 15 April 1970 dengan 3.500 eksemplar dan mendapat sambutan yang baik hingga beberapa bulan berikutnya berkembang menjadi 30.000-60.000 eksemplar per bulan.
    Pada tahun 1999, Pos Kota menerbitkan koran versi digital (Pos Kota Online) dan mulai menargetkan sektor bisnis sebagai pangsa pasarnya. Dalam perkembangannya, Pos Kota ikut menampilkan isu-isu politik di dalam beritanya. Salah satu ciri khas dari koran ini adalah tata letak (tampilan) yang dibuat mencolok dan tidak beraturan. Pada Mei-Juni 2005, Majalan Cakram menerbitkan hasil survei Nielsen Media Research yang menempatkan Pos Kota sebagai koran paling laris di Indonesia, dengan tiras 600.000 eksemplar dan 2.551 pembaca sehingga mengalahkan harian Kompas.

  13. Nama : Muhammad Julfri
    Ikom 3 STISIP Widyapuri Mandiri

    1. Surat kabar populis

    – Koran sindo
    Koran Sindo (sebelumnya Harian Seputar Indonesia) adalah sebuah surat kabar di Indonesia yang terbit perdana pada tanggal hari Rabu, 29 Juni 2005 di Jakarta. Koran Sindo terbit selama 7 hari selama 1 minggu, dengan format ukuran panjang 7 kolom dan tinggi 54 cm. Edisi Nasional terbit 44 halaman dengan 3 bagian koran.
    Target pembacanya adalah masyarakat kelas menengah ke atas, pendidikan Sarjana, segmentasi usia dari 18 tahun sampai dengan 40 tahun. Dengan diferensiasi pembaca laki-laki sebanyak 60% dan pembaca wanita sebanyak 40%. Target distribusi Koran Sindo adalah kota-kota besar di seluruh Indonesia dengan jumlah oplah sebesar 336.000 pembaca.
    Yang menjadi perbedaan dengan edisi nasional, adalah dari harga per eksemplar serta jumlah halaman. Halaman pada edisi lokal hanya sebanyak 24 halaman sementara edisi nasional mencapai 44 Halaman. Selain itu Harganya juga berbeda. Koran Sindo edisi lokal dihargai Rp 2.500,- per eksemplar, sementara edisi nasional adalah Rp.3.000,- per eksemplar. Koran Sindo edisi lokal lebih fokus kepada wilayahnya sendiri, yang mencapai 80 persen dari jumlah halaman.
    – Koran Kompas
    Harian Kompas adalah nama surat kabar Indonesia yang berkantor pusat di Jakarta. Koran Kompas diterbitkan oleh PT Kompas Media Nusantara yang merupakan bagian dari Kelompok Kompas Gramedia (KG). Untuk memudahkan akses bagi pembaca di seluruh dunia, Kompas juga terbit dalam bentuk daring bernama KOMPAS.Com yang dikelola oleh PT Kompas Cyber Media. KOMPAS.Com berisi berita-berita yang diperbarui secara aktual dan juga memiliki sub kanal koran Kompas dalam bentuk digita.
    Koran kompas merupakan koran yang terbitkan oleh PT Kompas media nusantara yang sudah di dirikan semenjak tahun 1965 dan juga sempat mendapatkan penghentian publikasi . Kompas merajai pernjualan surat kabar nasional pada tahun 2004 dengan produksi setiap harinya yang mencapai 530.000 eksemplar . Pembaca koran kompas di indonesia sudah mencapai 2,25 juta jiwa . Berdasarkan hasil survey pembaca mayoritas pelanggan dari koran kompas adalah mereka yang berasal dari kalangan menengah ke atas , berpendidikan dan juga kondisi keuangan yang baik .

    2. Surat kabar berkualitas
    – Republika
    Republika adalah koran nasional yang dilahirkan oleh kalangan komunitas muslim bagi publik di Indonesia. Penerbitan tersebut merupakan puncak dari upaya panjang kalangan umat islam, khususnya para wartawan profesional muda yang dipimpin oleh ex wartawan Tempo, Zaim Uchrowi yang telah menempuh berbagai langkah. Republika telah banyak meraih penghargaan, dari mulai koran terbaik pada tahun 2004 dari Dewan Pers yang menilai dari sisi penerapan kaidah jurnalistik, hingga penghargaan dari Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa sebagai koran berbahasa Indonesia terbaik, peringkat 1 maupun peringkat dibawahnya.Selain itu, wartawan-wartawan Republika juga banyak meraih penghargaan dari PWI, AJI, maupun dari berbagai institusi lainnya.
    – Pikiran Rakyat
    Pikiran Rakyat, merupakan salah satu sedikit surat kabar daerah yang mampu membendung arus peredaran surat kabar yang datang dari Jakarta seperti juga Harian Umum Jawa Pos di Jawa Timur dan Suara Merdeka di Jawa Tengah, Harian Umum Pikiran Rakyat berkibar di daerahnya, Jawa Barat.Pikiran Rakyat merupakan salah satu surat kabar yang sudah terbit sejak tahun 1966, PR sempat beredar keluar negeri seperti Kuala Lumpur, Malaysia dan Brunai Darusalam.
    Kemudian di tahun1986 Pikiran Rakyat menjadi koran regional berbasis Provinsi Jawa Barat. Dari aspek bisnis pun terjadi pertumbuhan yang signifikan disetiap edisinya koran pikiran rakyat menampilkan berita yang informatif dan mengedukasi pembaca, pada tahun 2011 koran pikiran rakyat juga menerima penghargaan dari founder dan president of mark plus inc. dengan kategori most favorite brand 2011.
    Idealisme yang mendasari keberadaan Harian Umum Pikiran Rakyat dapat terbaca dengan jelas dari mottonya “Dari Rakyat Untuk Rakyat Oleh Rakyat”. Hal itu menjadikan harian ini berprestasi senagai pelayan masyarakat yang bersusaha mengorientasikan seluruh hasill kerjanya bago kepentingan masyarakat. Motto lain yang mendasari Harian Umum Pikiran Rakyat adalah “Independen”. Motto ini berarti Harian Umum Pikiran Rakyat sebagai penyaji berita berusaha mempertahankan kehadirannya dalam arti tiidak membuka peluang untuk dipengaruhi pihak lain.

    3. Surat kabar kuning
    – Pos Kota
    Pos Kota adalah surat kabar harian yang diterbitkan di Jakarta dengan target pembaca kalangan menengah ke bawah. Umunya berisi berita-berita local, kriminalitas, masyarakat, olahraga, dan selebritis. Pos Kota memiliki tiras surat kabar harian tertinggi di Indonesia sampai dengan 600.000 eksemplar perhari, dan bisa menarik hati masyarakat dengan jutaan pembaca pada thn 2004, dan pada tahun 1999 Pos Kota menerbitkan Koran versi digital dan mulai memberitakan sektor bisnis dan dalam perkembangannya, pos kota ikut menampilkan isu-isu politik di dalam beritanya. Salah satu ciri khas dari Koran ini adalah tata letak atau tampilannya yang dibuat mencolok dan tidak beraturan.

  14. Nama :Ganda Ichwanudin
    Prodi : Ilmu Komunikasi 3

    1. TIPOLOGI PERS POPULIS

    —-KOMPAS—–

    Ide awal penerbitan harian ini datang dari Jenderal Ahmad Yani, yang mengutarakan keinginannya kepada Frans Seda untuk menerbitkan surat kabar yang berimbang, kredibel, dan independen. Frans kemudian mengemukakan keinginan itu kepada dua teman baiknya, P.K. Ojong (1920-1980) dan Jakob Oetama yang pada waktu itu sudah mengelola majalah Intisari yang terbit tahun 1963. Ojong langsung menyetujui ide itu dan menjadikan Jakob Oetama sebagai editor in-chief pertamanya.
    Awalnya harian ini diterbitkan dengan nama Bentara Rakyat.Salah satu alasannya, kata Frans Seda, nama Bentara sesuai dengan selera orang Flores. Majalah Bentara, katanya, juga sangat populer di sana. Atas usul Presiden Sukarno, namanya diubah menjadi Kompas, pemberi arah dan jalan dalam mengarungi lautan dan hutan rimba.
    Setelah mengumpulkan tanda bukti 3000 calon pelanggan sebagai syarat izin penerbitan, akhirnya Kompas terbit pertama kali pada tanggal 28 Juni 1965.[5] Pada mulanya kantor redaksi Kompas masih menumpang di rumah Jakob Oetama, kemudian berpindah menumpang di kantor redaksi Majalah Intisari. Pada terbitan perdananya, Kompas hanya terbit dengan empat (4) halaman dengan iklan yang hanya berjumlah enam (6) buah.[6] Selanjutnya, pada masa-masa awal berdirinya (1965) Koran Kompas terbit sebagai surat kabar mingguan dengan 8 halaman, lalu terbit 4 kali seminggu, dan hanya dalam kurun waktu 2 tahun telah berkembang menjadi surat kabar harian nasional dengan oplah mencapai 30.650 eksemplar
    Seiring dengan pertumbuhannya, seperti kebanyakan surat kabar yang lain, harian Kompas saat ini dibagi menjadi tiga bagian (section), yaitu bagian depan yang memuat berita nasional dan internasional, bagian berita bisnis dan keuangan, bagian berita olahraga dan iklan baris yang disebut dengan klasika.
    Harian Kompas diterbitkan oleh PT Kompas Media Nusantara.
    Kompas mulai terbit pada tanggal 28 Juni 1965 berkantor di Jakarta Pusat dengan tiras 4.800 eksemplar. Sejak tahun 1969, Kompas merajai penjualan surat kabar secara nasional. Pada tahun 2004, tiras hariannya mencapai 530.000 eksemplar, khusus untuk edisi Minggunya malah mencapai 610.000 eksemplar. Pembaca koran ini mencapai 2,25 juta orang di seluruh Indonesia.
    Saat ini (2011), Harian Kompas Cetak (bukan versi digital) memiliki sirkulasi oplah rata-rata 500.000 eksemplar per hari, dengan rata-rata jumlah pembaca mencapai 1.850.000 orang per hari yang terdistribusi ke seluruh wilayah Indonesia.[8] Dengan oplah rata-rata 500 ribu eksemplar setiap hari dan mencapai 600 ribu eksemplar untuk edisi Minggu , Kompas tidak hanya merupakan koran dengan oplah (sirkulasi) terbesar di Indonesia, tetapi juga di Asia Tenggara. Untuk memastikan akuntabilitas distribusi harian Kompas, Koran Kompas menggunakan jasa ABC (Audit Bureau of Circulations) untuk melakukan audit semenjak tahun 1976
    Berdasarkan hasil survey pembaca tahun 2008, Profil pembaca Koran Kompas mayoritas berasal dari kalangan (Strata Ekonomi dan Sosial) menengah ke atas (SES AB) yang tercermin dari latar belakang pendidikan dan kondisi keuangan.

    2. TIPOLOGI PERS KUALITAS

    ———PIKIRAN RAKYAT——–
    Pada Bulan Januari 1966, di Kota Bandung terdapat sejumlah wartawan yang kehilangan pekerjaan, akibat koran milik Bandung N.V. bernama Pikiran Rakyat berhenti terbit. Koran yang pertama kali terbit pada 30 Mei 1950 ini harus berhenti karena terlambat memenuhi ketentuan yang mengharuskan setiap koran untuk berafiliasi dengan salah satu kekuatan politik atau memilih bergabung dengan koran yang ditentukan Departemen Penerangan. Atas dorongan Panglima Kodam (Pangdam) Siliwangi Ibrahim Adjie pada waktu itu, wartawan-wartawan tadi yang diwakili Sakti Alamsyah dan Atang Ruswita menerbitkan koran Angkatan Bersenjata edisi Jawa Barat yang berafiliasi dengan harian umum Angkatan Bersenjata yang terbit di Jakarta dengan surat izin terbit (SIT) No. 021/SK/DPHM/SIT/1966.
    Nomor perdana yang terbit pada 24 Maret 1966 ini bertepatan dengan peringatan ke-20 peristiwa heroik Bandung Lautan Api. Namun, belum genap setahun koran ini terbit, Menteri Penerangan mencabut kembali peraturannya tentang keharusan berafiliasi. Pangdam Siliwangi pun serta merta melepas sepenuhnya ketergantungan koran ini dengan Kodam. Seiring dengan keputusan ini pulalah, terhitung 24 Maret 1967, harian Angkatan Bersenjata edisi Jawa Barat berganti nama menjadi harian umum Pikiran Rakyat, yang juga dikenal dengan singkatan PR hingga saat ini.
    Enam tahun pertama sejak masa kelahirannya, bisa dikatakan merupakan masa-masa penuh keprihatinan. Kantor maupun peralatan cetak dan tulis bukanlah milik Pikiran Rakyat. Pada masa ini, oplah Pikiran Rakyat pun tak pernah lebih dari 200.000 eksemplar per harinya. Namun berkat kegigihan dan keuletan yang didasari jiwa idealisme para perintis saat itu, Pikiran Rakyat secara pasti terus mendapat tempat di hati pembacanya.
    Pada 9 April 1973, bentuk badan hukumnya diubah dari yayasan menjadi perseroan terbatas dengan nama PT. Pikiran Rakyat Bandung. Menyusul perubahan status perusahaan, Pikiran Rakyat pun segera menata diri. Nilai-nilai idealisme dan etika jurnalistiknya dipadukan dengan manajemen bisnis layaknya sebuah perusahaan modern. Pada awal tahun 1974, Pikiran Rakyat mencatat peristiwa penting. Untuk pertama kalinya perusahaan berhasil melengkapi diri dengan percetakan offset yang dibeli dari fasilitas PMDN dan bantuan BRI. Mesin cetak ini mampu mencetak koran sebanyak 25.000 eksemplar per jam. Sejak tahun itu pula, Pikiran Rakyat terus melesat bak meteor mampu menembus dan tinggal landas menuju kepada perwujudan cita-cita yang maju dan berkembang, baik secara kualitatif maupun kuantitatif.
    Pikiran Rakyat kemudian dapat merambah ke seluruh pelosok Jawa Barat dan memantapkan diri sebagai ‘korannya orang Jawa Barat’, sekaligus yang terbesar di provinsi ini. Padahal sebelumnya, dalam kurun waktu 1967-1973, koran-koran berskala nasional terbitan Jakarta yang mendominasi peredaran koran Jawa Barat. Antara tahun 1975-1986 Pikiran Rakyat sempat beredar ke seluruh pelosok Nusantara, jadilah Pikiran Rakyat koran nasional yang terbit di daerah. Pikiran Rakyat sempat beredar sampai ke Kuala Lumpur, Malaysia dan Brunei Darussalam. Pada tahun 1986, Pikiran Rakyat kembali menjadi koran regional berbasis provinsi Jawa Barat, walaupun sebagian tirasnya beredar di luar Jawa Barat seperti DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan beberapa provinsi lainnya.
    Pada perkembangan selanjutnya, lembaga ini menjadi identik milik warga Jawa Barat. Dari aspek bisnis pun terjadi pertumbuhan yang signifikan. Dari rahimnya kemudian lahir PT Granesia, perusahaan percetakan dan penerbitan yang tak hanya mencetak Pikiran Rakyat, lalu secara berturut-turut Mitra Bisnis (semula bernama Mitra Desa), tabloid berbahasa Sunda Galura dan surat kabar Mitra Dialog yang berkedudukan di Cirebon. Lalu, pada tahun 1999, sejalan dengan asas otonomi daerah tingkat dua, Pikiran Rakyat pun menangkap peluang yang muncul. Karena itulah kemudian men-take over Harian Umum Galamedia dari PT Surya Persindo Grup sebagai koran Greater Bandung, Pakuan yang terbit di Bogor, Kabar Priangan di Tasikmalaya, dan Fajar Banten di Serang. Perusahaan pun kemudian menangani radio Parahyangan yang kemudian berganti nama hingga saat ini menjadi PRFM.
    Harian Umum Pikiran Rakyat yang diterbitkan oleh PT. Pikiran Rakyat Bandung dengan Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) No. 035/SK. MENPEN/SIUPP/A.7/1986 tanggal 11 Februari 1986 dan dicetak pada PT Granesia Bandung ini, pada hari-hari tertentu secara periodik terdapat Suplemen Gelora (olahraga), Khazanah (budaya), Geulis (kewanitaan) dan Cakrawala (iptek).

    3. TIPOLOGI PERS KUNING

    ——LAMPU MERAH—–

    Koran Lampu merah dikenal di Indonesia sebagai koran yang masuk dalam kategori “koran kuning” ini berdiri pada 26 November 2001 memiliki pembaca sebanyak 1,3 juta pada tahun 2004 dan memiliki oplah yang fantastis pada tahun ke empat (2005) sebanyak 225 ribu eksemplar.Lampu Merah banyak sekali membahas tentang SEX dan juga memiliki kekhasan judul berupa kalimat panjang bin ajaib ”Ngakunya Orang Pintar, Bisa Negluarin Jin Jahat yang Ngeganggu, DUKUN MERKOSA 20 SISWI SMP, ADA YANG DISODOMI JUGA LHO” (Lampu Merah, 24 Agustus 2008). pernah judul pendek bin ajaib juga ”CEWEK DISUNDUTIN ROKOK, DISODOMI, T’RUS DIBUNUH”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s